Diduga Keroyok dan Aniaya Suami-Istri, Anggota DPR dari PDIP Dipolisikan

45
4496
  • 5.9K
    Shares
Herman Hery
Herman Hery, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Herman Hery dilaporan seorang warga atas nama Ronny Kosasih Yuliarto ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan dugaan melakukan pengeroyokan dan penganiayaan pada pelapor, dan istrinya.

“Pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Anggota DPR RI dan Ajudannya ke Mapolres Jakarta Selatan dengan nomor Laporan LP/1076/VI/2018/RJS tanggal 11 Juni 2018,” ungkap Kuasa Hukum Ronny, Febby Sagita di Jakarta, Kamis (21/6).

Dijelaskan oleh Febby, tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan dialami Ronny, istri dan dua anak mereka yang berusia 7 tahun dan 10 tahun, dilakukan Herman yang juga anggota di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada hari Ahad (10/6) lalu sekitar pukul 21.30-22.00 WIB.

Loading...

Peristiwa bermula saat Ronny ditilang polisi lalu lintas yang sedang bertugas disana, karena mobilnya masuk jalur busway. Sedangkan mobil Herman Heri, yang berjenis Rolls Royce Phantom B88NTT tepat berada di belakang mobil korban.

“Mungkin karena lama menunggu, Herman Heri langsung turun dari mobil dan memukul korban tanpa alasan yang jelas. Karena tidak terima atas perlakuan Herman Heri, korban mencoba membalas pukulannya, lalu kemudian ajudan-ajudan Herman Heri langsung turun dan mengeroyok korban bersama Herman Heri,” ungkap Febby.

Menurut Febby, polisi yang tengah melakukan razia disana hanya menonton aksi brutal anggota DPR-RI tersebut tanpa ada yang berusaha melerai.

“Istri Korban yg membantu melerai bahkan ikut dipukul oleh ajudan Herman Heri tanpa mempedulikan ada 2 anak korban yang masih kecil berusia 7 tahun dan 10 tahun,” terangnya.

Kedua anak korban menangis didalam mobil melihat kedua orang tuanya dianiaya oleh politisi asal PDI Perjuangan tersebut.

Karena kalah jumlah, lanjut Febby, akhirnya korban menyerah dan diminta oleh polisi memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut.

“Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, Polisi dan Herman Heri malah langsung kabur tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah,” ungkapnya.

Korban yang tetap kena tilang oleh polisi tersebut langsung melakukan visum di RSPP dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi, Mapolres Jakarta Selatan.

“Tapi karena sudah mendekati Idul Fitri, pihak kepolisian mengatakan akan menindak-lanjuti perkara ini setelah libur lebaran, pada Kamis 21 Juni 2018,” tukas Febby.

(Arif R/Hrn)

45 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU