Deteksi Kejahatan Internasional, Kemendagri Tingkatkan Pengawasan Orang Asing

0
42

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Kementerian Dalam Negeri menggelar dialog kebangsaan di Tanjungpinang, ibu kota Kepulauan Riau, Kamis (15/2), untuk meningkatkan pengawasan orang asing, dan deteksi dini sindikat kejahatan internasional.

Sekretaris Jenderal Direktorat Kewaspadaan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Didi Sudiana, dalam dialog tersebut menyatakan sejumlah institusi pemerintah meningkatkan pengawasan aktivitas orang asing, dan deteksi dini terhadap sindikat kejahatan internasional di Tanah Air.

“Upaya Kemendagri dalam meningkatkan pengawasan orang asing, dan mendeteksi pelaku kejahatan internasional salah satunya dengan menggelar dialog kebangsaan di Tanjungpinang,” katanya.

Didi menambahkan, dialog kebangsaan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian lembaga pengawas orang asing, dan elemen masyarakat dalam menjaga negara,” katanya.

“Dialog ini supaya menjadi satu dan bersinergi, dalam menangani kewaspadaan terhadap masuknya orang asing di daerah ini. Pertama, memberikan kontribusi yang bagus, yang kedua mencegah untuk masuknya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya Ia menjelaskan, sejumlah rangkaian gejala-gejala dan strategi masuknya sejumlah titik orang asing dan sindikat internasional ke wilayah Indonesia, khususnya Kepulauan Riau.

Berdasarkan data Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, ribuan orang asing masuk ke Indonesia setiap bulan, khususnya di Kepulauan Riau melalui pembebasan visa kunjungan. Pemerintah menilai perlunya koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah untuk mengawasinya.

“Banyak orang asing yang memanfaatkan kebebasan visa, menjadi tenaga kerja di perusahaan, namun ada keterbatasan dari Imigrasi untuk mengawasinya. Kemudian dibentuk tim terpadu. Imigrasi dengan pemerintah daerah harus saling berkoordinasi,” ujarnya.

Kasubdid Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing Direktorat Kewaspadaan Nasional Kemendagri, Masykur, menjelaskan agen sindikat internasional rentan masuk Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial. Gejala itu meliputi rangkaian kegiatan sosial antarnegara tanpa disadari.

“Masalah yang diangkat di Kepri dalam dialog kebangsaan ini, berdasarkan letak kawasan Kepri, sebagai gerbang masuknya para pengungsi, tenaga kerja asing yang masuk dan bekerja. Apakah benar-benar bekerja. Itu yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan letak geologi, geografis kawasan Tanjungpinang terkenal dengan jalur akses masuknya perdagangan ilegal, penyelundupan narkoba dan tempat transaksi human trafiking. Maka, menurutnya sudah tentu perlu adanya koordinasi antar instansi.

“Bentuk kegiatan yang akan kami lakukan bersama berkoordinasi dengan lintas instansi dan melibatkan masyarakat khususnya. Serta, penyatuan koordinasi seperti Disnaker, Imigrasi, Kepolisan, Badan Kesbangpol dan Kemendagri menjadi urusan bersama,” ujarnya.

Dalam dialog kebangsaan Kemendagri melibatkan Kesbangpol di seluruh kabupaten dan kota di Kepri, LSM, OKP, Ormas, mahasiswa, Imigrasi, Polisi, TNI dan lembaga-lembaga yang bekerja sama dalam penanganan orang asing. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU