Catut Nama Menkeu, Polda Sulsel Bekuk 2 Pelaku Penipuan

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan membekuk dua pelaku penipuan dengan modus belanja daring (online) dengan mencatut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kedua pelaku ini masing-masing RG (29) dan A (29) berprofesi sebagai petani. Mereka ditangkap setelah dilakukan penelusuran tim cyber crime Polda Sulsel,” sebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat rilis kasus di Makassar, Senin (12/3).

Dalam aksinya, pelaku dengan modus membuka toko belanja online ponsel pada akun facebook bernama Deby Ardi Wiyanto dengan harga sangat murah untuk menjerat korban. Setelah itu korban membeli, lalu dihubungi pelaku mengaku dari Bea Cukai atas nama Jusmantoro.

“Setelah uang ditransfer, pelaku lain menyamar sebagai petugas Bea Cukai mengatakan barang tersebut ilegal saat dikirim dan ditahan. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang agar prosesnya tidak sampai ke persidangan,” papar Dicky kepada wartawan.


Tidak hanya mengaku menjadi petugas Bea Cukai melalui telepon gengam, keduanya juga berpura-pura menjadi Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membantu korban dalam pencarian dana, begitupun akan diatur proses hukumnya dengan mengaku sebagai Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, pejabat Polda Sulsel.

“Dari kejadian itu korban merasa ditipu dan akhirnya melaporkan ke polisi dengan menderita kerugian mencapai Rp150 juta. Kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di Kabupaten Sidrap. Sementara pemilik akun facebook berinisial S kini berstatus DPO,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Polisi Gagalkan Pengiriman 7.164 Miras di Indramayu

Sementara Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel AKBP Yuliar Kus Nugroho menambahkan barang bukti yang berhasil disita yakni tiga unit ponsel model lama, serta sejumlah struk hasil transfer korbannya.

“Pasal yang dikenakan yakni pasal 28 ayat 1 jo pasal 36 jo pasal 51 ayat dua Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dengan denda paling banyak Rp12 miliar,” tambahnya.

Sedangkan tersangka RG saat rilis tersebut mengaku telah melakoni pekerjaan melanggar hukum tersebut selama dua tahun dan baru terciduk petugas cyber crime yang sudah mengintainya dari jejaring media sosial.

“Sudah dua tahun pak, belajar otodidak saja. Rata-rata orang percaya dan mau saja menyerahkan uangnya. mungkin karena takut. Semua uang-uang itu ditransfer di Bank BRI, tidak ada bank lain. Korban biasanya dari pulau Jawa dan Kalimantan, di Sulsel juga ada,” bebernya usai memperagakan cara menipunya melalui ponsel. (Ant/SU03)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi