Buni Yani Ajukan Banding, Ini Alasannya

0
248
Sidang Buni Yani
Buni Yani (baju putih) dalam persidangan vonis. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara terhadap terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Buni Yani, dalam sidang putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11).

Atas putusan tersebut, kuasa hukum Buni Yani akan mengajukan banding karena mengklaim fakta-fakta persidangan tidak sesuai.

“Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai, karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi,” ujar Aldwin Rahadian.

Usai putusan tersebut, Buni Yani tidak akan ditahan karena terdakwa mengajukan banding sehingga keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

“Oleh karena upaya hukum, putusan ini belum menjadi keputusan hukum tetap,” ujar hakim.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa.

Saat pembacaan vonis, ruangan sidang mendadak riuh karena pendukung Buni Yani tak terima saat hakim menyatakan terdakwa bersalah. Teriakan Allahu Akbar terdengar berkali-kali dalam ruangan sidang. Buni Yani sendiri ikut berdiri mengepalkan tangan ke atas dan berteriak “Allahu Akbar” saat hakim membaca putusannya.

Diberitakan, Majelis hakim yang diketuai M Saptono itu menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya dengan mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli dan menghilangkan kata “pakai” saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Video pidato Ahok tersebut juga telah menjadi alat bukti pada persidangan kasus penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok. Dimana dalam persidangan kasus Ahok tersebut, video itu telah membuktikan Ahok melakukan tindak pidana sehingga Hakim memutuskan Ahok bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

Dalam sidang putusan siang ini, perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. (SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Febri Diansyah

DPRD Sumut Kembalikan Uang Rp5,47 Miliar ke KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK menerima total Rp5,47 miliar yang dikembalikan oleh anggota DPRD Sumatera Utara terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut...

Carragher: Harusnya Rashford Gantikan Sterling di Laga Lawan Panama

LONDON, SERUJI.CO.ID -  Mantan bek Inggris Jamie Carragher meyakini Marcus Rashford semestinya menggantikan sesama penyerang Raheem Sterling untuk pertandingan Piala Dunia melawan Panama, sambil menjelaskan...
Orang tenggelam

Dua Wisatawan Terseret Gelombang di Pantai Teluk Penyu

CILACAP, SERUJI.CO.ID -  Sebanyak dua wisatawan terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, salah seorang di antaranya selamat, kata Koordinator Basarnas Pos SAR...
Tol Ngawi-Kertosono

Cegah Kemacetan, Ruas Tol Wilangan-Kertosono Difungsikan 24 Jam

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Jalan tol fungsional ruas Wilangan-Kertosono, Jawa Timur, difungsikan selama 24 jam untuk kelancaran arus balik Lebaran 2018 di jalur nasional Madiun-Nganjuk-Surabaya yang...
Siswa SMA/MAN

Ini yang Dilakukan Pemkot Surakarta untuk Pemerataan Pendidikan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surakarta menerapkan peraturan mengenai zonasi untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama pada Tahun Ajaran 2018/2019 guna mendekatkan sekolah kepada...