BNNP Aceh Musnahkan 23 Kilogram Sabu

ACEH, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Aceh memusnahkan 23 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang merupakan hasil penindakan terhadap tiga tersangka.

Pemusnahan dipusatkan di Kantor BNNP Aceh di Banda Aceh, Rabu (30/5), dipimpin Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser serta dihadiri Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Pemusnahan dilakukan dengan jalan menghancurkan sabu-sabu dengan blender. Kemudian, barang terlarang dimasukkan dalam jerigen berisi minyak solar. Setelah itu, sabu-sabu tersebut dibuang di saluran pembuangan.

“Barang bukti narkoba yang dimusnahkan tersebut sebanyak 23 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam 23 kemasan teh dengan tulis sabu-sabu 23 kilogram yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti penangkapan terhadap tiga tersangka di Aceh Utara dan Aceh Timur,” kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser.

Tiga tersangka, yakni berinisial M bin AW, Z bin HH, dan Mulyadi alias A bin TMY. Para tersangka ditangkap BNNP Aceh bekerja sama dengan BNN Pusat, bea cukai, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

Brigjen Pol Faisal Abdul Naser menyebutkan, narkoba jenis sabu-sabu tersebut didatangkan para tersangka dari Malaysia. Selanjutnya, para tersangka berniat menjualnya di wilayah Indonesia.

“Ketiga tersangka tersebut saat ini sedang dalam proses penyidikan dan segera diserahkan ke kejaksaan untuk tahap penuntutan. Para tersangka dijerat undang-undang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” demikian Brigjen Pol Faisal Abdul Naser. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close