BNN Tangkap 4 Pengedar Narkoba Jaringan Internasional


MEDAN, SERUJI.CO.ID –┬áBadan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polres Langkat mengamankan empat tersangka pengedar narkoba jaringan internasional Malaysia-Aceh-Medan.

Direktur Psikotropika Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Anjan Pramuka, dalam paparannya di Markas Brimob Polda Sumut, Selasa (27/2), mengatakan pihaknya menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 15,53 kg, 79.905 butir pil ekstasi, dua unit mobil, dan beberapa alat komunikasi.

Terungkapnya peredaran narkoba tersebut, menurut dia, berdasarkan laporan masyarakat, selanjutnya tim gabungan melakukan penyelidikan dan menangkap seorang tersangka berinisial A, menyita barang bukti sabu seberat 15,53 kg, serta pil ekstasi 79.909 butir, di sebuah hotel “A” Jalan Gatot Subroto, Ahad (25/2).

Kemudian, dilakukan pengembangan dan mengamankan tiga lagi tersangka, yakni berinisial AM, M, dan Z, di sebuah Perumahan Taman Impian Indah, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

“Di Perumahan tersebut, tim gabungan juga menyita setengah kilogram narkoba jenis sabu,” ujar Brigjen Pol Anjan.

Ia menjelaskan, tim gabungan selanjutnya melakukan pengembangan ke daerah Tamiang Provinsi Aceh yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara.

Namun, di dalam perjalanan menuju ke Aceh, seorang tersangka berinisial AM, berusaha melarikan diri dan dilakukan pengejaran hingga dapat, serta kembali diamankan tim gabungan tersebut.

Saat tersangka melarikan diri, juga diberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan AM. Tim gabungan memberikan tindakan tegas dan terukur dibagian dada.

Petugas juga berusaha memberikan pertolongan terhadap tersangka dan membawanya ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

“Saat ini jenazah AM, dititipkan di Rumah Sakit Bhayangkari Medan,” kata mantan Ditresnarkoba Polda Sumut.

Turut hadir Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar, Ditresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close