BNN Riau Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau mendalami keterlibatan seorang narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru yang diduga kuat terlibat sindikat dan menjadi pengendali peredaran narkoba.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Lapas,” kata Kepala BNN Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat di Pekanbaru, Rabu (23/5).

Dugaan itu sendiri terungkap setelah BNN Riau menangkapan seorang pria bernama Chandara alias Sican.

Dari tangan pria bertubuh tambun yang ditangkap di wilayah Labuh Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Selasa (22/5) kemarin tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 4,5 kilogram sabu-sabu dan 4.600 butir pil ekstasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun menjelaskan bahwa penangkapan Chandra berawal dari informasi akurat akan adanya jalur peredaran narkoba jaringan internasional.

Baca juga: Polisi Tangkap Napi Lapas Edarkan Sabu

Jaringan tersebut bergerak dari pesisir Riau, tepatnya Pulau Rupat kemudian membawa barang haram itu menuju ke Kota Pekanbaru sebelum diedarkan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Kami mulai menyelidiki jaringan itu sejak awal pekan kemarin hingga berhasil menangkap Chandra. Selain itu, juga ditemukan fakta adanya napi yang terlibat dalam jaringan tersebut,” kata Haldun.

Dia menuturkan saat ini pihaknya telah mengantongi identitas napi tersebut. Dia mengatakan DD merupakan inisial napi yang disinyalir menjadi pengendali narkoba jaringan Malaysia itu. Haldun mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pendalaman lebih jauh.

Selain itu, Haldun juga menuturkan bahwa jajarannya turut mendalami peran seorang terduga pelaku lainnya yang disebut-sebut bernama Abang. Dia mengatakan Abang merupakan pihak yang langsung berkomunikasi dengan napi tersebut.

“Abang telah kita tetapkan sebagai DPO,” ujarnya.

Sementara itu, Chandra saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam penjara maksinal 20 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar.  (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER