Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Bawang Thailand

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Tim Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan bawang dan barang impor ilegal lainnya asal Thailand yang dibawa kapal berbendera Indonesia di perairan Aceh Tamiang.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Agus Yulianto, di Banda Aceh, Jumat (16/3), mengatakan penggagalan penyelundupan tersebut dilakukan pada Rabu (14/3) pukul 01.24 WIB.

“Barang selundupan diangkut oleh kapal KM Tuna I berbendera Indonesia. Kapal tersebut dicegah oleh kapal patroli Bea Cukai BC 20004 di perairan ujung Aceh Tamiang,” kata Agus Yulianto.

Barang selundupan yang diamankan berupa 950 karung bawang merah, 190 karung kelapa, 175 bibit kurma, 26 ekor ayam jago, 70 karton obat vitamin unggas, 75 karton teh, serta dua karung pupuk.

Total nilai barang ilegal asal Satun, Thailand tersebut mencapai Rp1,028 miliar. Upaya penyelundupan tersebut diperkirakan kerugian negara mencapai Rp231,435 juta.

Agus Yulianto menjelaskan penggagalan penyelundupan tersebut berawal dari informasi intelijen. Informasi tersebut menyebutkan ada upaya penyelundupan barang campuran didominasi bawang merah dari Thailand.

Berdasarkan informasi tersebut, Bea Cukai mengintensifkan patroli laut. Hingga akhirnya kapal patroli Bea Cukai melintas di perairan ujung Aceh Tamiang. Di perairan itu, tim patroli mendapati KM Tuna I penuh muatan.

Tim patroli berusaha menghentikan kapal kayu tersebut. Namun, KM Tuna I berupaya melarikan diri. Hingga akhirnya, kapal patroli berhasil menghentikan kapal tersebut.

Saat diperiksa, nakhoda kapal berinisial UH (40), warga Indonesia, beserta empat anak buah kapal tidak mampu menunjukkan dokumen kepabeanan barang yang mereka angkut.

“Selain dokumen kepabeanan, mereka juga tidak bisa menunjukkan dokumen perizinan dari kementerian lainnya. Saat ini, semua barang impor diamankan ke Kanwil Bea Cukai Aceh. Sedangkan kapal, ditarik pangkalan Bea Cukai di Belawan,” kata Agus Yulianto.

Atas tindakan tersebut, pelaku dijerat melanggar pasal 102 huruf (a) UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

“Dengan adanya sanksi hukum ini diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak menyelundupkan barang dari negara lain. Tindakan ini untuk melindungi masyarakat,” kata Agus Yulianto pula. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.