Bawa Obat Terlarang, Polres Kulon Progo Tangkap Biduan Dangdut

0
28
narkoba
Pengedar atau pengguna narkoba tertangkap (ilustrasi)

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan seorang biduan dangdut XN, 19, yang kedepatan membawa obat terlarang.

Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution di Kulon Progo, Senin (16/4), mengatakan Satuan Narkoba Polres Kulon Progo gencar memerangi peredaran narkoba dan obat terlarang, karena menjadi komitmen Polres Kulon Progo memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Penggunaan narkoba sangat mengancam generasi muda, meski dari penangkapan XN sedikit mengamankan barang bukti, kami tetap menyelidiki kasus ini. Hal ini membuktikan, Polres Kulon Progo tidak pandang bulu dalam memerangi peredaran narkoba,” kata Anggara.

Ia mengatakan XN ditangkap Satnarkoba pada 10 April, di simpang lima Karangnongko dengan barang bukti sembilan butir obat dengan bentul PIL warna putih dengan ada lambang segitiga yang diduga berjenis obat HIMA juga dibeli oleh tersangka dari MB seharga Rp50.000 dan dibawa pelaku saat menyanyi di sebuah sekolahan di wilayah Wates.

“XN diduga keras juga melakukan peredaran obat tersebut kepada orang-orang yang saling mengenal atau membutuhkan,” katanya.

Anggara mengatakan XN dikenakan Pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Selain itu, XN bisa dikenai Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

“Yang dalam hal ini diterapkan pula pasal perbantuan pasal 55 KUHP dan pasal percobaan yaitu pasal 53 KUHP,” katanya.

Kasat Narkoba Polres Kulon Progo AKP Munarso mengatakan tersangka XN memang sudah sejak beberapa lama dilakukan penyelidikan oleh Satresnarkoba Polres Kulon Progo dengan dugaan melakukan peradaran obat-obat berbahaya.

Pada Selasa (10/4) sekitar 10.00 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Kulon Progo melakukan penyelidikan terhadap tersangka XN yang sedang melakukan kegiatan menyanyi disebuah sekolahan di wilayah Wates dan setelah selasai menyanyi dimana XN menumpang kendaraan Honda Jazz warna Putih nomor polisi AB-1524-MN yang dikemudikan oleh saksi bernama DW melintas Pos Polisi Karangnongko, dihentikan oleh Anggota Satresnarkoba dan anggota Pospol Karangnongko dan dilakukan pemeriksaan ditemukan barang bukti pil berwarna putih dengan lambang segitiga yang diduga keras berjenis HIMA, yang merupakan obat yang tidak memiliki izin edar.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Kulon Progo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih mengembangkan kasus ini,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polres Pelabuhan Sita Ribuan Botol Miras

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Pelabuhan, Sulawesi Selatan, menyita 5.267 botol minuman keras beralkohol berbagai merek saat melakukan razia di beberapa lokasi diskotek, pub,...

Setnov Bantah Keterangan Perawat dan Satpam RS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) membantah sejumlah keterangan perawat dan anggota satpam RS Medika Permata Hijau yang mengatakan dirinya sadar...

Mourinho Bantah Telah Menjual Salah

LONDON, SERUJI.CO.ID - Mantan manajer Chelsea Jose Mourinho tidak terkejut dengan penampilan bagus penyerang Liverpool Mohamed Salah pada musim ini, dan mengatakan keputusan untuk...
Febri Diansyah

KPK Panggil Tiga Anggota DPRD Kota Mojokerto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga anggota DPRD Kota Mojokerto dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengalihan anggaran pada Dinas Pekerjaan...
yasonna laoly, menkumham

Terkait Isu TKA, Ini Komentar Menkumham

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly menilai isu Tenaga Kerja Asing (TKA) terlalu dipolitisasi. "Jadi ini kan terlalu...