Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu Dioplos Ikan Asin

0
17
  • 4
    Shares
narkoba
Barang bukti narkoba (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 20 kilogram narkoba jenis sabu yang dimasukkan dalam satu karung yang berisi ikan asin berhasil digagalkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

“Ini jaringan Medan. Empat tersangka ditangkap, salah satunya sebagai pengendali,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Dijelaskan oleh Krisno, kasus ini terungkap saat penyidik melakukan razia narkoba di sebuah pool bus trans Sumatera-Jawa di Jalan Pelabuhan Merak, Mekarsari, Pulomerak, Cilegon, Banten, pada Senin (3/12).

Dalam razia tersebut, penyidik menemukan sebuah karung goni yang berisi 20 bungkus plastik berisi kristal sabu dengan berat total 20 kg.

“Dilakukan pemeriksaan barang-barang bawaan dan ditemukan karung goni yang berisi 20 kilogram sabu yang ditumpuk dengan ikan asin untuk menyamarkan,” katanya.

Penyidik berhasil menangkap tersangka Mis (38) yang menjadi salah satu penumpang di bus tersebut.

“Tersangka Mis perannya sebagai pengendali, ia mengawasi pengiriman sabu dari Tanjung Balai, Sumatera Utara menuju Jakarta.” katanya.

Keesokan harinya tim penyidik menangkap tersangka lainnya yakni HGS (39) di Hotel Tresya, Tanjung Balai, Sumatera Utara.

“HGS perannya mendatangkan barang dan mengirim barang ke pemesan,” katanya.

Kemudian penyidik meringkus tersangka DJS (37) dan EZ (48) yang bertugas mengirimkan paket sabu dari gudang ke bus tersebut.

“Dari keterangan para tersangka, paket sabu itu berasal dari Malaysia yang dibawa ke Indonesia melalui jalur laut dan darat,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliar rupiah dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU