Bank Mandiri Imbau Nasabah Waspadai Praktik ‘Skimming’ di ATM

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Bank Mandiri menghimbau nasabahnya agar tetap waspada dengan terungkapnya praktik ‘Skimming’ atau tindakan pengkloningan data nasabah di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terjadi pada bank BUMN lainnya.

“Kami imbau agar nasabah tetap waspada. Meski security data Bank Mandiri sangat baik akan tetapi akan lebih baik bila nasabah tetap mewaspadai itu,” sebut Retail Founding Head Bank Mandiri Regional XI Sulawesi Maluku, Poster Simbolon di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/3).

Menurutnya, pengamanan dan keamanan nasabah Mandiri sangat dilindungi dan diproteksi semaksimal mungkin, sehingga data nasabah akan terlindungi secara baik. Selain itu, Bank Mandiri juga menjamin dan menjaga data nasabah agar tetap aman.

Selain itu, nasabah juga diwajibkan dalam melakukan transaksi di setiap ATM menggunakan pin sebanyak dua kali, yakni saat masuk maupun ketika menarik atau menyetorkan uang di ATM.

“Pin ataupun password nasabah kan yang mengetahui dirinya sendiri, lagipula setiap transaksi mesti memasukkan pin dua kali. Inilah salah satu proteksi kami kepada nasabah. Kalaupun itu terjadi berarti kelalaian nasabah itu sendiri, bisa saja memberikan nomor pin ke orang lain,” ujarnya.

Kendati demikian, sangat mustahil pelaku skimming mengambil data bila digesek atau menarik uang di ATM baik itu menggunakan kartu kredit maupun debet bila tidak mengetahui data ataupun pin nasabah bersangkutan.

Tidak hanya itu, pihaknya menghimbau kepada nasabah Bank Mandiri tidak sembarangan membeli atau berbelanja kebutuhan di toko berbasis daring (online) tanpa ada kejelasan serta status toko tersebut terdaftar dan sudah legal, mengingat ada beberapa kasus terjadi penipuan.

“Tidak usah takut berbelanja di toko online asalkan tokonya legal, kalau di tempat sembarang belanja dengan harga tidak wajar tentu resikonya cukup besar, selain kena tipu bisa saja data nasabah diambil pelaku. Untuk itu ditekankan agar tetap waspada,” tambahnya.

Mengenai dengan penipuan melalui data nomor telepon nasabah, lanjut Poster kembali mengingatkan agar nasabah tidak sembarang memberikan nomor telepon saat bertransaksi, sebab nomor telepon sekarang sudah menjadi bagian dari data penting nasabah.

“Jelasnya seluruh data nasabah kami amankan, kalaupun itu keluar tentu disanksi berat. Bila ada orang yang tidak dikenal menelepon, sebaiknya nasabah waspada, tidak perlu diladeni agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan,” tambahnya.

Sebelumnya, praktik Skimming dialami belasan dana nasabah yang tersimpan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kediri Jawa Timur secara mendadak hilang bahkan saldonya berkurang antara Rp500 ribu-Rp4 juta bahkan ada mencapai Rp10 juta.

Baca juga: BRI Janji Ganti Dana Nasabah Korban “Skimming” Kartu ATM

Kendati demikian pihak bank telah mengganti uang nasabah yang raib dicuri pelaku Skimming. Meski terjadi peristiwa itu, stabilitas perbankan tetap berjalan normal. Selain itu tim dari BRI setempat melakukan patroli pada semua ATM di Kediri untuk mengantisipasi hal berulang.

Praktik Skimming dilakukan orang ahli dan ini merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahok Menohok

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close