Bandar Besar Narkotika Ditangkap BNN di Lapas Pontianak

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – BNN Provinsi Kalimantan Barat, mengungkap dan mengamankan bandar besar narkotika yang merupakan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, berinisial HR.

“Pengungkapan kasus pengiriman sabu-sabu seberat dua kilogram asal Malaysia ini, dengan total enam tersangka, yang salah satunya adalah bandar besar atau pemesan barang haram itu, HR salah seorang penghuni LP Kelas IIA Pontianak,” kata Plt Kepala BNN Provinsi Kalbar, M Ekasurya Agus di Pontianak, Selasa (10/4).

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut, berawal Jumat (6/4) sekitar pukul 02.14 WIB, dengan diamankannya suami istri, berinisial BSR (suami), dan LN (istri) dengan barang bukti sabu-sabu seberat dua kilogram.

“Kedua suami istri tersebut diduga sebagai kurir yang ditugaskan oleh JM salah seorang warga Patoka, Entikong, Kabupaten Sanggau,” ungkapnya.

Kemudian, dari hasil pengembangan, maka juga diamankan tersangka lainnya, JM yang berperan sebagai sales penjualan sabu-sabu, ST sebagai kepala gudang penyimpanan sabu-sabu, dan TR yang berperan menyerahkan sabu-sabu itu kepada suami istri tersebut, atas perintah tersangka ST, katanya.

“Dari pengembangan selanjutnya, tersangka JM mengakui kalau barang haram itu dipesan oleh tersangka HR yang berada di Pontianak, atau tepatnya penghuni LP Kelas IIA Pontianak dengan kasus yang sama,” kata Agus.

Sehingga, setelah tim BNN Provinsi Kalbar berhasil meringkus para tersangka yang terlibat dalam penyeludupan sabu-sabu tersebut di Entikong, maka tim langsung berkoordinasi dengan pihak LP Kelas IIA Pontianak untuk mengamankan tersangka HR.

“Kini, tersangka HR bersama-sama lima tersangka lainnya, sudah diamankan untuk proses hukum selanjutnya,” ujar Agus. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi