Akhirnya Penyebar Hoaks Unjuk Rasa di MK Berhasil Diringkus Polisi

BUKITTINGGI, SERUJI.CO.ID – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan kepolisian telah menangkap empat orang pengunggah video berisi unjuk rasa rusuh mahasiswa di Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa waktu lalu.

“Video tersebut adalah berita bohong karena yang sebenarnya terjadi adalah simulasi pengamanan gedung MK jelang pemilu 2019 yang dilaksanakan Polri dan TNI, Jumat (14/9). Para pengunggah telah diamankan,” katanya saat memberikan keterangan pers di Bukittinggi, Senin (17/9).

Ia menerangkan rekaman video ricuh di depan gedung MK tersebut, ditambahi informasi tidak benar yang menyebutkan “Jakarta sudah bergerak” dan “mahasiswa bersuara keras usung tagar #TurunkanJokowi mohon diviralkan”.

Pihaknya mendapatkan laporan mengenai unggahan video tersebut di media sosial Facebook dan layanan pesan instan Whatsapp pada Sabtu (15/9).

“Berita bohong yang tersebar itu tentu dapat menimbulkan kisruh karena yang sebenarnya kondisi aman-aman saja. Kami melakukan simulasi agar pilpres dan pileg tahun depan berlangsung aman,” jelasnya.

Ia menyebutkan keempat pelaku penyebar berita bohong tersebut diamankan di empat lokasi berbeda pada 15 dan 16 September 2018 yaitu di Bandung dengan pengunggah berinisial GG, Jakarta berinisial SA, Cianjur berinisial MY dan Samarinda berinisial N.

GG melalui akun Facebooknya mengunggah konten yang sudah dikomentari 312 kali dan dibagikan 5.400 kali, unggahan SA telah dikomentari 5.200 kali dan dibagikan 98.000 kali.

Selanjutnya MY menyebarkan berita bohong yang didapat dari grup facebook beranggotan 115.072 akun serta N mengunggah video yang telah dikomentari 97 kali dan dibagikan 30.000 kali.

“Tindakan yang dilakukan Polri menindaklanjuti unggahan ini sudah sesuai prosedur karena viralnya informasi bohong itu sudah merupakan pidana yang dapat diproses hukum,” ucapnya, menegaskan.

Atas kejadian itu, pihaknya mengingatkan masyarakat pengguna media sosial agar lebih mencermati suatu informasi sebelum menyebarluaskannya.

“Sebelum dibagi, akan lebih baik jika pengguna media sosial mencermati dampak yang akan terjadi dari setiap informasi yang disebar,” ujarnya. (Ant/Su01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER