49 Paket Ganja Ditemukan di Lapas Curup

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Razia barang terlarang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Senin malam (16/4) berhasil menemukan 49 paket ganja kering dan puluhan unit telepon genggam Kepala Lapas Kelas II A Curup, Akhmad Faedhoni di Rejang Lebong, Selasa (17/4), mengatakan razia barang terlarang yang dibawa warga binaan (napi) dan tahanan tersebut menemukan 49 paket ganja kering siap edar, dan 60 unit HP, dan barang lainnya.

“Razia yang digelar ini dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan 2018. Razia yang dilaksanakan Senin malam dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB melibatkan 90 personel Lapas Curup dibantu personel Satuan Intelkam dan Satnarkoba Polres Rejang Lebong,” katanya.

Ada pun ganja kering yang ditemukan petugas itu tersimpan di luar sel tahanan tepatnya di blok pidana umum antara blok D dan E. Ganja kering ini tersimpan di bawah pot bunga antara kedua blok itu.

Selain menemukan 49 paket ganja kering dan 60 unit HP dalam kondisi hidup dan ada yang rusak, kata dia, ditemukan juga puluhan barang terlarang lainnya seperti headseat, gergaji kayu, gergaji besi, alat hisap sabu-sabu atau bong yang dibuat dari botol air mineral, terminal listrik, kabel, gelas kaca, dan barang-barang lainya yang tidak boleh dibawa ke dalam lapas.

Sementara itu untuk temuan ganja di dalam lapas yang dipimpinnya itu, kata Akhmad, sudah diserahkan kepada Satuan Narkoba Polres Rejang Lebong pada malam usai razia itu dilaksanakan.

Pihaknya masih akan melakukan pengusutan kemungkinan keterlibatan oknum petugas lapas sehingga barang-barang terlarang ini bisa masuk dan beredar di dalam lapas, mengingat pengawasan orang dan barang yang dibawa pengunjung sudah dilakukan secara ketat di pintu masuk baik oleh petugas maupun penggunaan peralatan canggih.

“Warga binaan ini sebelum razia sudah kami beritahukan agar menyerahkan barang-barang terlarang yang mereka simpan, karena jika ditemukan akan disita untuk dimusnahkan. Barang-barang itu ditemukan petugas disimpan didalam selimut, kasur, dan lainnya bukan melekat di badan mereka,” ujarnya.

Ratusan barang-barang terlarang yang dibawa warga binaan dan tahanan itu, katanya, akan dimusnahkan pada hari puncak peringatan Hari Bakti Ppemasyarakatan Tingkat Provinsi Bengkulu yang akan dipusatkan di Lapas Kelas II A Curup pada 27 April 2018. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

The SOMAD Power

Petani dan Musim Semi

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?