20 Tahun Berjualan Legen Berbahan Air Mentah, Pengoplos Ini Baru Tertangkap

SURABAYA – Bagi warga Surabaya, khususnya penggemar minuman legen atau air nira yang dijual di pinggir jalan, mulai sekarang harus hati-hati. Sebab Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya telah mengungkap penjualan minuman legen palsu yang diyakini telah lama beredar di beberapa wilayah kota Surabaya.

“Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya mengamankan lima orang pedagang legen yang tidak murni, palsu, oplosan yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Undaan Surabaya. Legen ini dibuat dari bahan dasar air PDAM atau air mentah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga dalam jumpa pers, Ahad (18/6).

Tiga dari lima pedagang yang diamankan diketahui berasal dari Tuban, masing-masing berinisial Nga (39), Ikw (46) dan HA (36). Dua pedagang lainnya berdomisili di Surabaya, yaitu Her (43) dan Lai (79).

Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pedagang legen palsu lainnya.

Berdasarkan keterangan para tersangka, legen yang dijual sama sekali tidak mempunyai unsur legen. Bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah air mentah (PDAM), cuka, susu kental manis, citroenzeur, sodium cyclamate, tuak, dan gula pasir. Tempat pembuatan legen palsu itu ada di rumah Lai di Jalan Semarang Maspati.

“Susu ini dipakai supaya warnanya putih menyerupai minuman legen. Tapi minuman yang dibuat sama sekali tidak ada buah Siwalannya. Jadi tidak ada unsur legennya sama sekali,” terang Shinto.

Meski berjualan legen di jalanan, kata Shinto, penghasilan mereka jangan dianggap remeh.

“Dengan hanya bermodal Rp55 ribu, masing-masing dari pedagang ini mampu meraup omzet Rp 1 juta sampai 1,5 juta per hari,” ungkapnya.

Tiap pedagang, lanjut Shinto, memproduksi sedikitnya 200 liter legen palsu dan bisa dijual untuk 500 konsumen. Setiap gelas dijual Rp2 ribu, sementara 1 botol berisi 1,5 liter dijual Rp 8 ribu.

“Mereka membuka lapak legen palsu dari pagi sampai sore,” katanya pula.

Menurut pengakuan tersangka, usaha jualan legen palsu itu merupakan lanjutan usaha yang telah dirintis oleh masing-masing orang tua mereka karena terhimpit kondisi ekonomi. Usaha itu sudah berjalan setidaknya selama 20 tahun.

Namun, menurut Shinto, apa pun alasannya, kelima pedagang legen palsu itu kini harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya secara hukum. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

“Kami jerat dengan pasal 140 jo pasal 86 ayat (1) dan pasal 90 Undang Undang Pangan, selain juga dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a Undang Undang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 378 KUHP,” tegasnya. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Najmul Akhyar

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER