18 Orang Pengedar Narkoba dan Pil PCC Diringkus Polda Sultra

KENDARI, SERUJI.CO.ID –Ā Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengamankan 18 orang pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan pil PCC.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto di Kendari, Kamis (15/2) mengatakan, penangkapan 18 pelaku merupakan keberhasilan dari Subdit I, II, dan III Dit Res Narkoba Polda Sultra.

“Untuk kasus peredaran sabu dan obat PCC sebagian besar pelaku mengaku memperoleh barang haram itu dari salah seorang pengedar jaringan Lapas di Kendari. Tapi untuk sementara masih dilakukan pengembangan penyelidikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari tangan para pelaku kepolisian berhasil menyita beberapa barang bukti berupa sabu seberat 54,58 gram dan 5.682 butir pil PCC lainnya. Mantan Kapolres Muna dan Buton itu melanjutkan, dari pengakuan para pelaku ribuan butir pil PCC yang disita didapatkan dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pelaku membeli pil PCC tersebut dari seorang bandar dalam jumlah 1.000 butir dibelinya dengan harga Rp5 juta, lalu pelaku menjual kembali di Kota Kendari dalam paket kecil dengan harga Rp120 ribu per paketnya.

“Karena pil PCC sudah sangat langka sekarang sudah ada kenaikan harga yang dulunya untuk satu paket kecil dihargai hanya Rp20 ribu, tapi sekarang mengalami kenaikan harga, menjadi Rp120 ribu. Ini semua diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para pelaku yang kami amankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, anehnya pengedar PCC ini ada ibu rumah tangga yang sedang hamil besar dan bandar yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri sipil (PNS) aktif dalam lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Para pelaku, kata dia, dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 UU RI Nomor 39 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Sementara pelaku lainnya yang terlibat sebagai pengedar pil PCC dijerat UU Kesehatan Pasal 197 Junto 06 ayat 1, dengan ancaman hukuman selama lima tahun penjara. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hatiā€“hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.