18 Adegan Diperagakan Selama Rekonstruksi Penganiayaan di Pantai Ancol

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 18 adegan diperagakan dalam rekonstruksi penganiayaan di Pantai Ancol yang berujung tewasnya seorang pemuda bernama Hilarius Ladja.

Penganiayaan oleh tersangka Jadri Pelamonia (27) dan Alfredo Arnando Huwae (30) diketahui terjadi pada Ahad (30/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan 18 adegan tersebut dimulai dari kedatangan para tersangka dan korban serta teman-temannya, adegan penusukan sampai korban dipindahkan ke pinggir jalan dan kemudian ditinggalkan.

Budhi mengatakan adegan paling penting dalam rekonstruksi ini adalah adegan ke-13 dan 14. Adegan tersebut adalah awal dari penganiayaan yang berujung tewasnya Ladja.

“Pada adegan 13 dan 14 ada peran dari aktor intelektual dimana dia menyuruh melakukan kepada pelaku untuk melakukan penusukan terhadap korban,” katanya.

Ia menilai rekonstruksi ini sangat membantu menguak apa yang terjadi dalam perkara ini. Hal itu tentunya akan sangat membantu para hakim di persidangan untuk menjatuhkan vonis.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya rekonstruksi ini nanti majelis hakim maupun jaksa penuntut yang akan menyidangkan ada gambaran dengan jelas,” tuturnya.

Budhi juga mengatakan tersangka maupun saksi dihadirkan sangat koperatif dan bisa menjalankan rekonstruksi maupun mengingat peristiwa ataupun kejadian, sehingga proses rekonstruksi berjalan lancar.

Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap dua pelaku penusukan di Pantai Ancol pada pukul 01.00 WIB Ahad (30/6) yang menewaskan seorang pemuda bernama Hilarius Ladja.

Pelaku yang diketahui bernama Jadri Pelamonia ditangkap polisi di wilayah Jakarta Utara, sedangkan tersangka lain, Alfredo Arnando Huwae, digaruk polisi di tempat pelariannya di Kotabaru, Gondokusumo, Yogyakarta.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER