16 Orang Tewas di Palu Usai Tenggak Miras Oplosan

PALU, SERUJI.CO.ID – Setidaknya ada 16 orang tewas di Palu, Sulawesi Tenggara, usai menenggak miras oplosan. Polisi pun mulai memeriksa sejumlah saksi dari distributor minuman tersebut.

Kapolres Palu AKBP Mujianto mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, baik di TKP saat itu, para distributor, dan subdistributor minuman beralkohol tersebut, untuk mengetahui bagaimana mereka meracik minuman itu.

“Kami sudah mengamankan jenis minuman, campuran, dan sisa minuman dari korban. Mereka tewas setelah meminum minuman lokal merek Topi Raja dan Banteng,” kata Mujianto di Mapolda Sulteng, seperti dilansir Antara, Rabu (19/12).

Menurutnya, sejumlah pengakuan beberapa saksi menyebutkan bahwa minuman itu dioplos dengan jenis minuman kaleng dan minuman berenergi lainnya sehingga minuman oplosan tidak diketahui lagi berapa kadar alkoholnya, yang diduga mengakibatkan terjadinya keracunan.

Mereka yang tewas berada di tiga tempat, yaitu di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, dengan korban tewas sebanyak 9 orang.

Lalu, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, dengan korban tewas sebanyak 6 orang. Dan di Kecamatan Palu Selatan, korban tewas sebanyak 1 orang.

Ia menduga minuman oplosan beredar karena pihaknya, beberapa waktu lalu bersama jajarannya, telah melakukan operasi pekat sehingga masyarakat susah mendapatkan minuman bermerek. Lantas, ketika sudah mendapatkannya, mereka mencampurnya dengan minuman lain.

“Kalau BPOM menyatakan minuman itu tidak layak, sudah jelas siapa yang menjadi aktor utama,” pungkasnya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.