16 Orang Tewas di Palu Usai Tenggak Miras Oplosan

0
20
  • 3
    Shares
Ilustrasi korban tewas akibat miras oplosan

PALU, SERUJI.CO.ID –¬†Setidaknya ada 16 orang tewas di Palu, Sulawesi Tenggara, usai menenggak miras oplosan. Polisi pun mulai memeriksa sejumlah saksi dari distributor minuman tersebut.

Kapolres Palu AKBP Mujianto mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, baik di TKP saat itu, para distributor, dan subdistributor minuman beralkohol tersebut, untuk mengetahui bagaimana mereka meracik minuman itu.

“Kami sudah mengamankan jenis minuman, campuran, dan sisa minuman dari korban. Mereka tewas setelah meminum minuman lokal merek Topi Raja dan Banteng,” kata Mujianto di Mapolda Sulteng, seperti dilansir Antara, Rabu (19/12).

Menurutnya, sejumlah pengakuan beberapa saksi menyebutkan bahwa minuman itu dioplos dengan jenis minuman kaleng dan minuman berenergi lainnya sehingga minuman oplosan tidak diketahui lagi berapa kadar alkoholnya, yang diduga mengakibatkan terjadinya keracunan.

Mereka yang tewas berada di tiga tempat, yaitu di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, dengan korban tewas sebanyak 9 orang.

Lalu, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, dengan korban tewas sebanyak 6 orang. Dan di Kecamatan Palu Selatan, korban tewas sebanyak 1 orang.

Ia menduga minuman oplosan beredar karena pihaknya, beberapa waktu lalu bersama jajarannya, telah melakukan operasi pekat sehingga masyarakat susah mendapatkan minuman bermerek. Lantas, ketika sudah mendapatkannya, mereka mencampurnya dengan minuman lain.

“Kalau BPOM menyatakan minuman itu tidak layak, sudah jelas siapa yang menjadi aktor utama,” pungkasnya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU