15 Tahun Menipu, Ketiga Terdakwa Malah Akan Dibebaskan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Selama 15 tahun melancarkan aksi kejahatan, tiga terdakwa penipuan malah akan dibebaskan setelah pembacaan putusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya.

Ketiga terdakwa penipuan puluhan juta tersebut yakni Yahya Rachim alias H Romli (58) warga Gili 5 no 17 Surabaya, M Fachrizal alias Rendi (48) asal Sulawesi Selatan, dan Nasir alias Ramli (58) asal Jakarta Selatan.

Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Namun, majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana hanya menjatuhkan tiga bulan penjara pada ketiganya.

“Hakim memutuskan dengan menjatuhkan hukuman selama 3 bulan penjara, dan dipotong masa berada di dalam tahanan,” terang Hakim, Anne saat pembacaan amar putusan di PN, Kamis (15/3).

Atas putusan Majelis Hakim yang ringan tersebut, ketiga terdakwa menerimanya, karena setelah dipotong masa tahanan, maka ketiganya akan segera bebas.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J  Effendi dari Kejari Surabaya yang menuntut pidana penjara lima bulan penjara.

Sebelum persidangan, putri terdakwa, Bella mengatakan terdakwa akan dituntut 5 bulan penjara, karena ada usaha keluarga.

“Lima bulan mas, ya karena usaha. Semua yang ngurus mama, mama yang tahu semuanya,” ujar Bella, sebelum sidang dimulai di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya.

Diketahui, selama 15 tahun menipu, terdakwa melancarkan aksinya di Jakarta, Bali, Makassar, dan Surabaya. Mereka menipu dengan modus berpura-pura pengusaha importir.

Sementara di Surabaya, ada empat korban penipuan yang dilakukan terdakwa. Ketiga terdakwa berhasil dibekuk kepolisian Polrestabes Surabaya, di salah satu Hotel di kawasan Ngagel Jaya Tengah, setelah menipu Pengusaha asal Banjarmasin, Saldiman Riyadi, pada Desember 2017.

Komplotan kejahatan tersebut sebenarnya beranggotakan empat orang dan memiliki peran. Yahya sebagai pengusaha Udang, Fachrizal mengaku kontraktor asal Brunei, Nasir sebagai Sopir dan IR juga sopir, namun masih buron.

Untuk menutupi aksi busuknya, terdakwa menyewa apartemen, hotel, mobil, dan sejumlah barang pendukung lainnya agar para korbannya semakin yakin. Berdasarkan hasil penangkapan, ditemukan barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 9 handphone, 9 SIM card, 12 kartu ATM milik para korban, dan 3 kartu ATM milik pelaku. (Devan/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.