130 Butir Peluru ke Orangutan, Ditembak dengan Jarak Dekat

SAMARINDA, SERUJI.CO.ID – Tim gabungan penyidikan kasus kematian orangutan Kalimantan memberikan kesimpulan sementara bahwa primata itu ditembak berkali-kali dari jarak dekat dengan senjata jenis senapan angin oleh orang tidak bertanggung jawab.

Kepala Seksi Penegakan Hukum KLHK Wilayah II Kaltim-Kaltara Annur Rahim saat konferensi pers di kantor BKSDA Kaltim, Samarinda, Kamis (8/2), mengatakan, kesimpulan itu berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan drh Felisitas Flora MM, yang menemukan adanya luka-luka di sekujur tubuh orangutan tersebut.

“Tim medis berhasil mengeluarkan sebanyak 48 butir peluru senapan angin dari sekitar 130 butir peluru yang bersarang di tubuh orangutan. Kami memperkirakan penembakan itu dilakukan dari jarak dekat,” katanya.

Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Orangutan dengan Luka Tembak

Ia menegaskan bahwa pembunuhan satwa langka itu tergolong pelanggaran berat, sebagaimana diatur pada pasal 21 ayat 1 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Kepala Bagian Operasional Polres Kutai Timur Komisaris Polisi Budi Heriawan pada kesempatan sama mengatakan, polisi sangat serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas untuk menangkap pelakunya.

“Tim kami sudah turun ke lokasi tempat ditemukannya orangutan itu untuk melakukan penyelidikan. Pak Kapolres AKBP Teddy Ristiawan juga ikut terjun langsung,” katanya.

Baca juga: Perubahan Fungsi Hutan, 137 Orangutan Dievakuasi

Budi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan komitmen kepolisian dalam mengungkap kasus kematian primata yang saat ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.

Ia menambahkan, polisi juga meminta keterangan sebanyak delapan orang saksi yang mengetahui kondisi orangutan itu saat ditemukan dalam kondisi masih hidup hingga sudah mati.

“Yang pasti kami akan berupaya semaksimal mungkin menuntaskan kasus ini, karena ini berkaitan dengan menjaga citra negara kita,” tambahnya.

Oangutan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar 5-7 tahun itu ditemukan warga dalam kondisi sedang kesakitan di area Taman Nasional Kutai (TNK) di Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (3/2).

Petugas Balai TNK yang mendapat laporan itu kemudian mengevakuasi dan membawanya untuk dilakukan perawatan. Namun, kondisi luka yang cukup parah dengan banyak luka tembak dan luka terbuka di sekujur tubuhnya mengakibatkan orangutan itu akhirnya mati pada Selasa (6/2) dini hari sekitar pukul 01.55 Wita.

Baca juga: Tim Otopsi Orangutan Keluarkan 48 Butir Peluru

Hasil otopsi yang dilakukan Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang pada Selasa (6/2) malam hingga Rabu (7/2) dini hari, tim dokter hanya mengeluarkan sebanyak 48 butir peluru senapan angin dari sekitar 130 butir yang bersarang di tubuh satwa itu, sebagian besar berada di bagian kepala.

Selain itu, juga ditemukan sedikitnya 19 luka lama dan baru yang diduga akibat benda tajam. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close