110 Kilogram Sabu-Sabu Disita BNN-Bea Cukai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menyita 110 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dan 18 ribu butir ekstasi yang dikendalikan narapidana bernama Toge dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan.

“Barang bukti tersebut dari hasil operasional BNN dan Ditjen Bea Cukai tanggal 20 Januari sampai 5 Februari 2018 di Aceh dan Sumatera Utara,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (7/2).

Ia mengatakan barang bukti yang diperoleh petugas terkait dengan tempat kejadian pertama di Jalan Medan-Banda Aceh dengan tersangka MI dan AF. Barang bukti yang diamankan tujuh kilogram sabu-sabu dan 300 butir ekstasi.

Tempat kejadian kedua di kawasan Batu Bara-Sumatera Utara dengan tersangka BU, HB, DS, MA, dan AI dengan barang bukti yang diamankan 87,7 kilogram sabu-sabu dan 18 ribu butir ekstasi.

Tempat kejadian ketiga di kawasan Lhok Sukon, Aceh dengan tersangka SA dan MA, sedangkan barang bukti 15,9 kilogram sabu-sabu.

Barang bukti berupa narkoba itu dibawa dari Malaysia menuju ke Indonesia dengan menggunakan perahu boat, melalui jalur laut, sedangkan transaksi di koordinat perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa sebagian barang bukti lainnya disembunyikan dengan cara ditanam atau dikubur dalam tanah oleh sindikat yang diduga dikendalikan oleh terpidana mati dua kali di Lapas Tanjung Gusta di Medan atas nama Toge.

Rencananya dilakukan konferensi di gedung Kementerian Keuangan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso pada pukul 15.00 WIB. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER