Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politik Selama 5 Tahun

0
14
  • 5
    Shares
Mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –¬†Gubernur Jambi periode 2016-2021, Zumi Zola Zulkifli, divonis 6 penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan dalam pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/12).

Vonis itu karena Zumi dinilai terbukti menerima gratifikasi dan memberikan suap kepada anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 terkait dengan pengesahan APBD pada tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Setelah saya berkonsultasi dengan tim penasihat hukum, saya menyatakan menerima hukuman,” kata Zumi usai pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/12).

Dengan demikian, Zumi Zola tidak mengajukan banding.

Sementara itu, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir-pikir atas putusan vonis tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, Zumi dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, majelis hakim juga menjatuhkan tambahan pidana untuk Zumi berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana pokok.

Majelis hakim yang terdiri dari hakim ketua Yanto dan hakim anggota Frangky Tambuwun, Syaifuddin Zuhri, Anwar dan Titi Sansiwi, juga menolak permohonan Zumi Zola untuk menjadi Justice Collaborator (JC).

Adapun hal yang memberatkan, perbuatan Zumi tidak mendukung program pemerintah yang tengah gencar memberantas korupsi.

Hal yang meringankan, Zumi menyesali perbuatannya, berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan telah mengembalikan uang Rp 300 juta.

Zumi terbukti melanggar Pasal 12 B dan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Zumi Zola dihukum untuk perkara suap terhadap para anggota DPRD Jambi, agar menyetujui anggaran yang diajukan Zumi Zola yang saat itu menjabat sebagai gubernur Jambi periode 2016-2021.

Pertama, Zumi Zola bersama-sama dengan bendahara tim sukses Pemilihan Gubernur Jambi sekaligus sebagai asisten pribadi Apif Firmansyah, teman kuliah dan tim sukses Zumi, Asrul Pandapotan Sihotang dan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Arfan telah menerima gratifikasi sejumlah Rp 37,477 miliar, 173.300 dolar AS, 100.000 dolar Singapura, dan satu mobil Totoya Alphard nomor polisi D-1043-VBM yang telah diterima sejak Februari 2016 s.d. November 2017.

Kedua, Zumi bersama-sama Apif Firmansyah terbukti memberikan uang suap kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi mencapai keseluruhan berjumlah Rp 12,94 miliar terkait dengan pengesahan APBD pada tahun anggaran 2017.

Selanjutnya, terkait dengan pengesahan APBD pada tahun anggaran 2018, Zumi bersama-sama Erwan Malik selaku Plt. Sekretaris Daerah, Arfan selaku Plt. Kepala Dinas PUPR, dan Saipudin selaku Asisten 3 telah memberi atau menjanjikan sesuatu berupa uang kepada beberapa anggota DPRD Provinsi Jambi terkait dengan pengesahan dan persetujuan APBD 2018 yang keseluruhan berjumlah Rp3,4 miliar. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU