Usai Geledah Kantor Menteri Agama, KPK Bawa 2 Koper Besar Berisi Dokumen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Usai melakukan penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (18/3) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa dua koper ukuran besar.

Dua koper itu langsung dibawa ke salah satu dari tiga mobil penyidik KPK yang telah menunggu di halaman depan Gedung Kementerian Agama, di Lapangan Banteng, Jakarta sekitar pukul 19.26 WIB.

Saat ditemui untuk konfirmasi, Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama, Mastuki mengatakan dua koper tersebut berisi sejumlah dokumen yang diperlukan untuk penyidikan KPK.

Dijelaskan Mastuki, KPK memulai proses penggeledahan diawali pembukaan segel ruangan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Proses yang diikuti bersama penyidik dari KPK, kami dampingi penuh. Pak Sekjen hadir sejak siang pukul dua dengan diawali membuka segel. Penyegelan dicopot petugas dan setelah itu kami dampingi sebagai bentuk kerja sama kami,” jelasnya.

Terkait penyitaan uang dari ruangan itu, Kementerian Agama tidak dapat memberi komentar gamblang sebagaimana dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, M Nur Kholis Setiawan.

Nur Kholis mengatakan, tugasnya dalam penggeledahan itu adalah mendampingi penyidik KPK melakukan pembukaan segel dan penggeledahan isi ruangan.

“Selain itu kami tentu tidak bisa berkomentar karena ranahnya KPK,” tukasnya.

Editor:Hrn
Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Divestasi Freeport

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER