Tidak Sampai Sepekan Tiga Kepala Daerah Asal PDIP Terjaring OTT KPK

8
862
Kader PDIP korupsi
Kepala Daerah dari PDIP yang terjaring OTT KPK awal Juni 2018. (kiri ke kanan): Muh Samanhudi Anwar Wali Kota Blitar 2016-2021, Tasdi Bupati Purbalingga, Syahri Mulyo Bupati Tulungagung non aktif.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), kali ini dilakukan di dua daerah di Provinsi Jawa Timur, Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung, Kamis (7/6).

Dalam OTT yang dilakukan di dua daerah ini, KPK menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Dua diantaranya adalah Bupati Tulungagung non aktif Syahri Mulyo, dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar. Kedua kepala daerah ini adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dengan kejadian OTT ini, maka dalam waktu tidak sampai sepekan, tiga orang kepala daerah asal PDIP telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.

Pertama, Bupati Purbalingga periode 2016-2921, Tasdi, yang juga ketua DPC PDIP Purbalingga. Tasdi dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan yang terjadi pada Senin (4/6) lalu. Tasdi ditetapkan sebagai tersangka korupsi fee proyek pembangunan Islamic Centre di Kabupaten Purbalingga.

Tasdi ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Purbalingga Hadi Iswanto (HIS), serta tiga orang swasta diduga sebagai pemberi, yakni tiga orang dari unsur swasta masing-masing Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

Baca juga: PDIP Prihatin Atas OTT Bupati Purbalingga Yang Merupakan Kadernya

Kedua, Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus fee proyek pengadaan barang dan jasa di Kota Blitar. Samanhudi yang juga ketua DPC PDIP Kota Blitar ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di daerah Blitar dan Tulungagung pada Kamis (7/6).

Baca juga: KPK Tetapkan Dua Kepala Daerah Asal PDIP Ini Sebagai Tersangka Korupsi

Ketiga, Bupati Tulungagung non aktif, Syahri Mulyo yang ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan Samanhudi, dan 4 orang lainnya. Syahri adalah kader PDIP, yang juga petahana yang kembali maju bertarung di Pilkada Tulungagung 2018 dengan diusung PDIP dan didukung oleh partai baru yang belum memiliki kursi di DPRD, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca juga: KPK Himbau Bupati Tulungagung dan Wali Kota Blitar Menyerahkan Diri

Baik Samanhudi maupun Syahri, hingga berita ini diturunkan belum menyerahkan diri ke KPK, karena saat OTT dilakukan di Blitar dan Tulungagung, kedua kepala daerah ini tidak ditemukan. (ARif R/Hrn)

 

 

loading...

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...