Tersangka Pemberi Suap Wali Kota Asal PDIP Ini Segera Disidang

0
55
Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu yang kena OTT KPK di Batu, Sabtu (16/9). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap Filipus Djap, tersangka pemberi suap kepada Wali Kota asal PDI Perjuangan, Eddy Rumpoko, dalam kasus tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

“Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka Filipus Djap seorang wiraswasta dalam tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 ke penuntutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (8/11).

Guna kepentingan persidangan, kata Febri, Filipus mulai Rabu, dititipkan penahanannya di Rumah Tahanan Kelas I Madaeng Surabaya untuk menunggu jadwal sidang.

Menurut Febri, hingga Rabu total 40 saksi telah diperiksa dalam perkara tersebut.

Unsur saksi itu, antara lain dosen Fakultas Ekonomi Universitas Barwijaya, wakil wali kota Batu atau plt wali kota Batu, komisaris utama PT Agit Perkasa, pegawai PT Dailbana Prima Indonesia, kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, staf Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang, manajemen Hotel Ijen Suites, dan unsur swasta lainnya.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Pihak yang diduga sebagai pihak pemberi yaitu pengusaha Filipus Djap.

Sedangkan diduga sebagai pihak penerima, yakni Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan.

Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu di Batu pada Sabtu (16/9), tim KPK mengamankan total uang sebesar Rp300 juta.

Diduga pemberian uang terkait fee 10 persen untuk Eddy Rumpoko dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan mebeler di Pemkot Batu Tahun Anggaran 2017 yang dimenangkan PT Dailbana Prima dengan nilai proyek Rp5,26 miliar.

Diduga diperuntukkan pada Eddy Rumpoko uang tunai Rp200 juta dari total fee Rp500 juta. Sedangkan Rp300 juta dipotong Filipus Djap untuk melunasi pembayaran mobil Toyota Alphard milik wali kota.

Sedangkan Rp100 juta diduga diberikan Filipus Djap kepada Edi Setyawan sebagai fee untuk panitia pengadaan.

Eddy Rumpoko pun telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang perdana yang sedianya digelar pada Senin (6/11) ditunda hingga Senin (13/11) karena pihak termohon dalam hal ini KPK meminta penundaan.

“Karena termohon tidak hadir, maka majelis hakim akan memanggil termohon dan juru sita Pengadilan Jakarta Selatan untuk hadir pada 13 November 2017. Sidang selesai dan dinyatakan ditutup,” kata hakim tunggal R Iim Nurohim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/11). (Ant/SU01)

Komentar

BACA JUGA

Polres Lhokseumawe Tangkap Perawat Pencuri Ribuan Botol Infus

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Personel Kepolisian Resor Lhokseumawe, Provinsi Aceh menangkap dua orang perawat yang diduga melakukan aksi pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus. Kapolres Lhokseumawe AKBP...
Sudirman Said - Ida Fauziah

Ratusan Dokter Spesialis Dukung dan Siap Kampanyekan Sudirman-Ida

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Sekitar 450 dokter spesialis siap membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah di bidang kesehatan. "Kami memiliki kepedulian di...
Video Cak Imin dukung Khofifah

Muslimat Dukung Cak Imin Maju Sebagai Cawapres di Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekitar seribu orang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (18/2), mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa...
Airlangga Hartarto

Golkar Dapat Nomor Urut 4, Airlangga: Sesuai Dengan 4 Pilar dan Catur Sukses

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan nomor urut yang diperoleh partainya, yakni empat, sesuai dengan jumlah empat pilar kebangsaan yang...
Bupati Lampung Tengah

Walau Telah Jadi Tersangka, PKS dan Nasdem Kompak Tetap Dukung Mustafa-Jajuli

BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Lampung tetap mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Mustafa-Ahmad Jajuli,...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...