Tersangka Pemberi Suap Wali Kota Asal PDIP Ini Segera Disidang

0
50
Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu yang kena OTT KPK di Batu, Sabtu (16/9). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap Filipus Djap, tersangka pemberi suap kepada Wali Kota asal PDI Perjuangan, Eddy Rumpoko, dalam kasus tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

“Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka Filipus Djap seorang wiraswasta dalam tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 ke penuntutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (8/11).

Guna kepentingan persidangan, kata Febri, Filipus mulai Rabu, dititipkan penahanannya di Rumah Tahanan Kelas I Madaeng Surabaya untuk menunggu jadwal sidang.

Menurut Febri, hingga Rabu total 40 saksi telah diperiksa dalam perkara tersebut.

Unsur saksi itu, antara lain dosen Fakultas Ekonomi Universitas Barwijaya, wakil wali kota Batu atau plt wali kota Batu, komisaris utama PT Agit Perkasa, pegawai PT Dailbana Prima Indonesia, kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, staf Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang, manajemen Hotel Ijen Suites, dan unsur swasta lainnya.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Pihak yang diduga sebagai pihak pemberi yaitu pengusaha Filipus Djap.

Sedangkan diduga sebagai pihak penerima, yakni Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan.

Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu di Batu pada Sabtu (16/9), tim KPK mengamankan total uang sebesar Rp300 juta.

Diduga pemberian uang terkait fee 10 persen untuk Eddy Rumpoko dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan mebeler di Pemkot Batu Tahun Anggaran 2017 yang dimenangkan PT Dailbana Prima dengan nilai proyek Rp5,26 miliar.

Diduga diperuntukkan pada Eddy Rumpoko uang tunai Rp200 juta dari total fee Rp500 juta. Sedangkan Rp300 juta dipotong Filipus Djap untuk melunasi pembayaran mobil Toyota Alphard milik wali kota.

Sedangkan Rp100 juta diduga diberikan Filipus Djap kepada Edi Setyawan sebagai fee untuk panitia pengadaan.

Eddy Rumpoko pun telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang perdana yang sedianya digelar pada Senin (6/11) ditunda hingga Senin (13/11) karena pihak termohon dalam hal ini KPK meminta penundaan.

“Karena termohon tidak hadir, maka majelis hakim akan memanggil termohon dan juru sita Pengadilan Jakarta Selatan untuk hadir pada 13 November 2017. Sidang selesai dan dinyatakan ditutup,” kata hakim tunggal R Iim Nurohim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/11). (Ant/SU01)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Toba

KemenPURR Anggarkan Rp 800 Miliar untuk Danau Toba dan Pulau Samosir

DELI SERDANG, SERUJI.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 800 miliar hingga 2019 untuk membangun jalan menuju Danau Toba dan Pulau...
Besiktas - 2017

Besiktas Masuk ke Putaran 16 Besar Liga Champions Untuk Pertama Kalinya

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID -  Juara Turki Besiktas mencapai putaran 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya ketika mereka bangkit dan bermain imbang 1-1 dengan tamunya Porto,...
Kapuspenkum Kejagung M Rum

Kejagung: Pembobol Kredit Bank Mandiri Segera Disidangkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...