Tersangka Korupsi RP40,8 Miliar Tidak Ditahan Kejati Sumut

MEDAN, SERUJI.CO.ID –¬†Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tidak melakukan penahanan tersangka berinisial ES, seorang pejabat pembuat komitmen, pada kasus dugaan korupsi APBN tahun 2015 senilai Rp40,8 miliar di Badan Pemberdayaan Masyarakat pemerintah provinsi setempat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Senin (26/3), mengatakan tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka itu, berdasarkan pertimbangan penyidik dari institusi hukum tersebut.

Dia menilai tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK) itu, tidak akan merusak barang bukti, tidak akan melarikan diri dan juga kooperatif.

“Namun, penyidik Kejati Sumut tetap melakukan pengawasan terhadap tersangka ES,” ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan Kejati Sumut juga telah memeriksa tersangka korupsi APBN 2015 di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Sumut.

Pemeriksaan terhadap tersangka itu untuk mengetahui penyaluran dana pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2015.

“Penyaluran bantuan dana untuk kepentingan masyarakat itu diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Sumanggar mengatakan tersangka ES sudah dua kali diperiksa Kejati Sumut, yakni pertama Rabu (31/1) dan kedua Rabu (14/2) di sebuah ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut.

Tersangka itu tidak dilakukan pemeriksaan lagi dan dianggap sudah selesai.

Jaksa yang menangani perkara korupsi itu sedang merampungkan dakwaan untuk segera dilimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

“Sedangkan seorang lagi tersangka korupsi Bapemas Pemprov Sumut berinisial TFK, Direktur Mitra Multi Communication, TFK, masuk daftar pencarian orang (DPO),” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam