Suap Meikarta, Tersangka Neneng Akui Pernah Bertemu Bos Lippo James Riady

3
136
  • 39
    Shares
James Riady, Chairman Lippo Group.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi terkait dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Hari ini, Selasa (30/10), selain memeriksa pemilik Lippro Group James Riady, sebagai saksi terkait perkara tersebut, KPK secara bersamaan di tempat terpisah kembali memeriksa tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin.

Usai diperiksa penyidik KPK, Neneng yang dicecar wartawan terkait hubungannya dengan Bos Lippo Group, James Riady, mengakui pernah bertemu dengan petinggi Lippo Group tersebut.

Loading...

“Pernah-pernah, sudah,” kata Neneng di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Baca juga: Dalami Aliran Dana Suap Meikarta, KPK Periksa Bos Lippo Group James Riady

Namun, Neneng tidak menjelaskan secara detil apakah pertemuannya dengan James itu juga terkait dengan proyek Meikarta. “Secara umum saja,” katanya, sambil menghindari wartawan.

Sementara itu, KPK dalam pemeriksaan James Riady mendalami hubungannnya dengan kasus tersebut dan kewenangan yang dimiliki konglomerat Indonesia ini.

“Pak James itu kan kebetulan adalah CEO dari Lippo yang membawahi Meikarta tersebut. Sudah barang tentu penyidik ingin mengetahui, paling tidak kewenangannya itu apa saja dan batas-batas kewenangannya apa saja,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Baca juga: Memanas, KPK Geledah Rumah Big Bos Lippo Group James Riady

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sembilan tersangka, diantara konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin (NNY). (ARif R)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU