Sri Sultan Soroti Korupsi yang Sistemik dan Permisif

YOGYAKARTA – Semaraknya korupsi yang tiada henti membuat keprihatinan banyak pihak. Meski aparat hukum, mulai KPK, Kejaksaan dan Kepolisian terus bergerak, ternyata pergerakannya terkalahkan oleh perilaku korupsi yang lebih cepat langkahnya.

“Pertunjukan” yang menyesakkan dada rakyat, tatkala satu persatu pejabat ditangkap. Meski itu belum tentu menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Karena yang terjadi sebenarnya melebihi yang diperlihatkan. Masyarakat masih menunggu keadilan penegakan hukum, bukan hanya menjadi wacana dari tahun ke tahun.

Sri Sultan Hamengku Buwono X misalnya, adalah salah seorang tokoh yang sangat gelisah melihat perkembangan korupsi.

Korupsi di tanah air in, tegas Sultan,  sudah menjadi fenomena karena semakin meluas dan merambah dimensi yang ada. Untuk itu perlu perhatian yang lebih serius demi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Terlepas dari kuantitas dan kualitas, ternyata instrumen normatif yang telah ada belum cukup mampu memberantas korupsi secara tuntas.

” Permasalahan utama pemberantasan korupsi berhubungan erat dengan integritas, sikap dan perilaku. Struktur maupun sistem konflik yang ada menimbulkan pola perilaku yang sistemik dan permisif,” tegas Sultan di sela-sela pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY dari Tony Tribagus Spontana kepada Sri Harijati Puji Lestari di Bangsal Kepatihan, Selasa malam (28/2).

EDITOR: Yus Arza

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy