Setnov Bantah Deposito Miliknya Bukan dari KTP-el

0
5
Setya Novanto dan KPK
Tersangka kasus korupsi KTP-el Setya Novanto di gedung KPK. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua DPR Setya Novanto merasa yakin sumber dana sejumlah deposito yang dicairkan oleh kurirnya bernama Abdullah namun dimasukkan ke rekening sekretarisnya Kartika Wulandari bukan berasal dari dana KTP-Elektronik.

“Bahwa deposito memang selalu dicairkan saat jatuh tempo, terus dimasukkan kembali dan itu bisa saya pertanggungjawabkan sumber-sumbernya dan itu bukan dari hasil kejahatan dari e-KTP,” kata Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan kurir Setya Novanto bernama Abdullah, yang sudah bekerja untuk Setnov sejak tahun 2000. Abdullah juga bertugas untuk memasukkan pencairan deposito Setnov dan dimasukkan ke rekening sekretaris Setnov Kartika Wulandari maupun ke rekening pribadi Abdullah.

Abdullah juga bertugas untuk menukarkan uang dolar AS dan dolar Singapura menjadi rupiah di tempat penukaran mata uang asing.

“Mengenai pembukaan rekening, saya clear-kan bahwa saya tidak tahu pembukaan rekening atas nama Pak Abdullah,” tambah Setnov.

Novanto pun bertanya soal keberadaan deposito-deposito itu kepada Abdullah.

“Deposito-deposito yang sudah dilaporkan ke LHKPN dan ‘tax amenesty’ yang semua sudah dibayar pajaknya, apakah Pak Abdullah tadi menyampaikan tahu hanya fotokopi atau karena mbak Wulan minta tolong ke Pak Abdullah?” tanya Novanto.

“Selain tahu dari fotokopi, itu saya yang bayar, saya yang setor ke bank tax amnesty-nya,” jawab Abdullah.

“Itu tadi ada rekening melalui Pak Abdullah, ada pembayaran untuk anak-anak saya di sana, apakah pembayaran pembelian apartemen di Amerika itu, cicilan-cicilannya itu apakah melalui Pak Abdulkah juga?” tanya Novanto.

“Saya cuma dimintai tolong untuk TT (Telegraphic Transfer) melalui mbak Wulan,” ungkap Abdullah. TT adalah pengiriman uang ke rekening di luar negeri yang tidak termasuk fasilitas Global Transfer.

Dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) KPK bertanya soal setoran tunai ke rekening Wulan bernilai puluhan miliar.

“Di sini ada di rekening mbak Wulan setoran tunai dari saudara Rp21 miliar, uangnya dari mana?” tanya JPU KPK Abdul Basir.

“Seingat saya uang dari hasil pencairan deposito Pak Novanto. Saya ikuti perintah mbak Wulan saja, kalau yang menyuruh mencairkan deposito itu Pak Novanto,” jawab Abdullah.

“Kalau saya yang menyuruh mencairkan deposito Pak Novanto, saya akan kasih uang cash ke Pak Novanto tapi kenapa uangnya ditransfer ke mbak Wulan?” tanya JPU Basir.

“Mungkin untuk pengeluaran yang lainnya,” jawab Abdullah.

“Begitu ya? Keterangan saudara menambah daftar panjang muter-muter duit di persidangan ini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang,” tambah Abdul Basir. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....