Setelah Mantan Sekjen Tersangka, KPK Selidiki Mantan Ketum Golkar Terkait Proyek PLTU Riau-1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa terpidana korupsi KTP elektronik (KPT-el) Setya Novanto (SN) terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK menduga, Novanto yang saat itu menjabat Ketua Umum Partai Golkar mengetahui kasus proyek pembangunan PLTU Riau-1 tersebut.

“Ya intinya seperti ini bahwa berdasarkan keterangan awal yang didapatkan penyidik bahwa Pak SN dianggap mengetahui,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8).

Baca juga: Resmi, KPK Tetapkan Idrus Marham Tersangka Dugaan Suap PLTU Riau-1

Hari ini,KPK, memeriksa Novanto sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

“Mengetahui tentang proyek ini. Cerita secara umumnya begitu. Oleh karena itu, penyidik berkepentingan untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan agar lebih menjadi jelas,” ucap Syarif.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan Menteri Sosial yang juga mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. Idrus kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Mensos di Kabinet Kerja.

Baca juga: Terkait Status Penyidikan KPK, Idrus Marham Mengundurkan Diri Sebagai Mensos

KPK juga telah menetapkan terlebih dahulu, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Eni Saragih M, sebagai tersangka.

Menurut Syarif, berdasarkan gelar perkara oleh KPK terkait kasus itu diduga Novanto mengetahui proyek itu.

“Waktu itu tentunya karena dicurigai ada beberapa hal yang berhubungan dengan Pak SN. Dalam kapasitas apa saya belum tau detilnya, tetapi berdasarkan gelar perkara yang saya ikuti Pak SN mengetahui proyek ini,” ungkapnya

Namun, ia menyatakan belum mengetahui apakan Novanto juga ikut andil untuk meloloskan proyek itu.

“Ya detilnya belum bisa saya sampaikan tetapi yang saya bisa konfirmasi bahwa beliau dianggap mengetahui proyek itu sehingga perlu dimintai keterangan,” pungkasnya.

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER