Polda Lampung Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Olahraga


BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direkrimsus) Kepolisian Daerah Lampung mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan peralatan olahraga sekolah dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

“Pengadaan peralatan olahraga tersebut tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Selasa (2/7).

Pandra menjelaskan, korupsi pengadaan peralatan olahraga tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang tersangka, yakni Y, ZR, dan NM. Y merupakan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Disdik Lampung Selatan yang juga selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), ZR selaku rekanan atau pemilik modal, dan NM selaku rekanan atau wakil direktur dari CV Mika Kharisma.

Dalam perkara tersebut, Y diduga telah menerima uang setoran sebesar Rp460 juta dari ZR sebelum kegiatan lelang dimulai. Kemudian, setelah adanya penerimaan uang tersebut keduanya mengatur pelaksanaan lelang kegiatan dengan maksud agar bisa dimenangkan oleh perusahaan CV Mika Kharisma.

“Perusahaan tersebut disiapkan oleh tersangka NM dengan tujuan agar bisa menang sesuai dengan yang mereka atur,” katanya.

Pandra menambahkan, berdasarkan hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung telah ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,8 miliar.

Atas perkara itu, ketiganya dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Saat ini berkas hasil penyidikan ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap dan akan kami limpahkan ke jaksa hari ini untuk melaksanakan sidang,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close