Penahanan drg Masrial Tak Kunjung Ditangguhkan, RS Ibnu Sina Tunda Jadwal Operasi Gratis Bibir Sumbing

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina Pekanbaru terpaksa menunda jadwal operasi pasien bibir sumbing. Pasalnya, satu-satunya dokter spesialis bedah mulut yang dimiliki RS Ibnu Sina, Dr. drg. Masrial, SpBM masih ditahan oleh Kejari Riau, karena dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan.

“Mestinya minggu ini ada 2 pasien yang sudah dijadwalkan operasi, tetapi kami sudah menghubungi bahwa operasi ditunda karena dokter Masrial tidak ada,” ungkap Manager Penunjang Medik RS Ibnu Sina, dr. Hj. Radja Zulmaini Roesli, saat dihubungi SERUJI, Sabtu (1/12).

Dikatakan Zulmaini, hingga saat ini, RS Ibnu Sina belum mendapatkan pengganti Masrial sebagai dokter bedah mulut.

“Selama ini RS Ibnu Sina membebaskan biaya kepada pasien bibir sumbing. Sebab, RS Ibnu Sina merupakan salah satu RS di Indonesia yang menjalin kerjasama dengan Smile Train,” ujarnya.

Baca juga: Berniat Bantu Pasien dan Rumah Sakit, Tiga Dokter Ini Malah Jadi Tahanan Jaksa

Smile Train merupakan organisasi asal New York, Amerika Serikat, yang pergerakannya fokus menangani bibir sumbing di seluruh dunia dengan biaya operasi gratis.

“Smile Train di Pekanbaru diketuai oleh dokter Masrial,” tegasnya.

Prosedur pendaftarannya mudah, kata Zulmaini, setiap pasien operasi bibir sumbing yang mendaftar langsung menjalani proses pemeriksaan, yang dilakukan oleh Masrial. Apabila kondisi pasien dirasa sudah siap untuk operasi, proses operasi bisa segera dijadwalkan.

Tak hanya di RS Ibnu Sina, dedikasi Masrial juga dikenal di pelosok daerah.

“Kalau di daerah, mereka yang cari pasien kemudian tim Smile Train kami datang. Kami menggunakan RS setempat. Semua biaya gratis,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang dokter spesialis yang bertugas di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, ditahan Kejari Pekanbaru setelah menerima pelimpahan berkas dari penyidik Polresta Pekanbaru terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Ketiga dokter tersebut adalah dr Welly Zulfikar SpB(K)KL, dr Kuswan Ambar Pamungkas, SpBP-RE dan Dr drg Masrial SpBM.

Tak hanya tiga dokter tersebut, dua orang lain dari swasta yakni; Yuni Efrianti SKp selaku Direktur CV PMR dan karyawannya, Mukhlis, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima orang tersebut diduga melakukan perbuatan merugikan keuangan negara dengan taksiran kerugian oleh BPKP sebesar Rp 420 juta. Kelimanya dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Walau Demi Pasien, Permintaan IKABI Riau Tetap Tak Digubris Kejaksaan

Keesokan hari setelah penangkapan, Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Koordinator Wilayah (Korwil) Riau, sempat melakukan pertemuan dengan Kejari. Dalam pertemuan itu, IKABI minta penangguhan penahanan kepada tiga rekan dokter yang ditahan.

IKABI tidak akan mengganggu proses hukum dan persidangan yang berlangsung. Hanya saja, IKABI minta penangguhan penahanan agar para dokter masih dapat bertugas mengobati pasien. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi