NU Undang Tony Kwok, Mantan Pimpinan KPK Hongkong

0
79
Tony Kwok adalah Mantan Komisioner Independent Commision Against Corruption saat lembaga semacam Komisi Pemberantasan Korupsi di Hongkong (Foto: Jurnal Asia)

JAKARTA– Korupsi merupakan penyakit masyarakat yang sulit diberantas karena budaya korupsi sudah menjalar keseluruh aspek kehidupan. Korupsi bisa menghambat negara dalam mensejahterakan rakyatnya sehingga perlu ada strategi guna melakukan penindakan. Indonesia bisa belajar dari negara lain yang berhasil memperbaiki diri dari korupsi, salah satunya adalah Hongkong.

Menurut Transparansi Internasional, pada 2016 wilayah khusus Tiongkok tersebut memiliki indeks persepsi korupsi 77 dalam skala 100, dan berada di peringkat 15 sebagai negara paling bersih dari korupsi. Sebagai perbandingan, Indonesia pada periode yang sama masih memiliki indeks 37 di peringkat 90. Semakin kecil peringkat, maka semakin bersih negara tersebut. Pada 2016 negara terbersih adalah Denmark dan Selandia Baru, masing-masing dengan skor 90.

Keberhasilan Hongkong dalam menindak korupsi adalah keberadaan Hongkong Independent Comission Againt Corruption (ICAC). ICAC adalah lembaga pemberantasan korupsi yang dibentuk oleh pemerintahan Hongkong. Dalam perjalanannya, ICAC terlebih dahulu memberantasan penyakit korupsi yang berada di tubuh aparat penegak hukum Hongkong, yakni Kepolisian. Rakyat Hongkong-pun menuai manfaatnya ketika aparat penegak hukumnya bersih.

Untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi tersebut program studi ilmu hukum universitas NU Indonesia (Unusia) Jakarta mengundang mantan pimpinan ICAC Hongkong guna berbagi ilmu dan strategi dalam upaya mencegah dan menindak korupsi.

“Terkait dengan pemberantasan korupsi maka kita patut belajar dari ICAC Hongkong, dan alhamdulillah mantan pimpinan ICAC, Tony Kwok mau menghadiri launching Pusat Kajian dan Pendidikan Anti Korupsi yang akan kita adakan dan dia mau membeberkan pengalamannya dalam melaksanakan tugas,” ucap Muhammad Afifi, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Jum’at (17/2).

Dalam memberikan ceramahnya Tony Kwok akan dimoderatori oleh Muhtar Said yang juga dosen illmu hukum Unusia. Sedangkan acara akan dilaksanakan pada Senin 20 Februari 2017 jam 18.00 WIB di Lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonesia (PBNU), jalan Keramat Raya No 164.  Acara ini terbuka untuk umum. Bagi yang akan hadir bisa kontak ke nomor +62 895-1740-9874.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Gerhana bulan total

Kementerian Agama Aceh Ajak Shalat Gerhana Berjamaah

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Pihak Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, menganjurkan ummat Islam untuk melakukan Shalat Sunat Gerhana sehubungan terjadinya gerhana bulan total di seluruh wilayah...
Gajah Sumatera

Perburuan Liar Dominasi Kematian Gajah di Aceh

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Perburuan liar mendominasi angka kematian gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) di Provinsi Aceh sesuai data Seksi Konservasi Wilayah I Badan Konservasi Sumber...
beras

Badung Bali Surplus Beras 5 Ribu Ton

MANGUPURA, SERUJI.CO.ID - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Putu Oka Swandiana mengatakan ketersediaan beras di daerah lumbung padi Bali itu masih...
janji jokowi

Janji Jokowi Menata Kampung dan Becak, Ditunaikan Anies-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Akhirnya setelah menunggu sejak 2012 warga DKI Jakarta yang tinggal di perkampungan dan warga yang masih setia berprofesi sebagai pengayuh becak...

Pemprov DKI Serahkan Penyelidikan BEI Kepada Kepolisian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan sepenuhnya pemeriksaan terkait peristiwa robohnya lantai mezanin di Gedung Bursa Indonesia (BEI) kepada pihak kepolisian. "Kami serahkan sepenuhnya...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...