Kronologi OTT Bupati Bengkulu Selatan

0
15
ott, korupsi
Operasi Tangkap Tangan / OTT. (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi suap kepada Bupati Bengkulu Selatan terkait pengadaan pekerjaan infrastruktur di Pemkab Bengkulu Selatan Tahun Anggaran 2018.

“Tangkap tangan ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat atas indikasi adanya pemberian kepada penyelenggara terkait pengadaan pekerjaan infrastruktur di Pemkab Bengkulu Selatan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/5).

Selanjutnya, kata Basaria, KPK merespons dengan melakukan serangkaian kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan dalam penyelidikan yang dimulai pada 11 Mei 2018 hingga KPK kemudian melakukan tangkap tangan pada 15 Mei 2018 petang di Manna, Bengkulu Selatan.

“KPK mengamankan total empat orang di Kabupaten Bengkulu Selatan kemarin,” ungkap Basaria.

Empat orang yang diamankan itu antara lain Bupati Bengkulu Selatan 2016-2021 DIM, HEN dari unsur swasta atau istri Bupati Bengkulu Selatan, dan Kasie pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan NUR yang juga keponakan dari Bupati Bengkulu Selatan, dan JHR dari swasta atau kontraktor.

Keempatnya kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu setelah KPK memeriksa 1X24 jam dilanjutkan dengan gelar perkara.

“Selasa 15 Mei 2018 sekitar pukul 16.20 WIB diduga terjadi penyerahan uang dari JHR kepada NUR untuk diserahkan kepada HEN yang merupakan istri Bupati Bengkulu Selatan di rumah pribadi HEN di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan,” tuturnya.

Setelah penyerahan, JHR langsung menuju sebuah rumah makan di daerah Manna dan diamankan tim KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Tim KPK kemudian membawa Juhari kembali ke rumah Hendrati.

“Sedangkan NUR yang telah meninggalkan rumah HEN pergi menuju rumah kerabatnya di daerah Manna. Secara paralel, kemudian tim KPK lainnya mengamankan NUR sekitar pukul 17.15 WIB. NUR juga dibawa kembali ke rumah HEN,” ungkap Basaria.

Setelah kedua tim tiba di rumah Hendrati, tim mengamankan Rp75 juta dari Nursilawati serta bukti transfer sebesar Rp15 juta.

Uang sebesar Rp13 juta diduga berasal dari pemberian Juhari sebelumnya pada 12 Mei 2018.

“Kemudian, tim KPK membawa NUR ke rumah pribadinya di Manna dan mengamankan uang lainnya sebesar Rp10 juta,” kata Basaria.

Kemudian tim KPK juga mengamankan dan membawa Hendrati, Dirwan Mahmud, dan Juhari dari rumah pribadi Hendrati ke Markas Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Hari ini, pukul 09.30 WIB keempatnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK. Dari tangkap tangan ini, tim mengamankan uang tunai Rp85 juta, bukti transfer sebesar Rp15 juta, dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan,” ungkap Basaria.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polda Sulsel Ringkus Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan meringkus tersangka, yang merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional, setelah lebih dari dua tahun...
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Israel Akan Bangun Ribuan Rumah Baru di Tepi Barat

YERUSALEM, SERUJI.CO.ID - Menteri Pertahanan Israel pada Kamis (24/5) mengatakan berencana meminta persetujuan untuk pembangunan sekitar 2.500 rumah baru sebagai permukiman Yahudi di Tepi...
ott, korupsi

KPK Periksa Bupati Buton Selatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bersama enam orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba...

Thailand Rebut Angka Pertama Atas Indonesia di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim Thailand merebut angka pertama atas Indonesia pada pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis beregu putri Piala Uber melalui pemain...

Angka Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat menyebutkan angka kurang gizi di wilayah itu masih tergolong tinggi. "Masih tinggi prevalensi kurang gizi di NTB,...