KPU Garut Gantikan Tugas Komisioner Tersangka Suap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengambil alih tugas seorang komisioner Ade Sudrajat yang menjadi tersangka kasus suap agar pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut tetap berjalan sesuai jadwal.

“Kini diambil alih atau didistribusikan kepada petugas lainnya di KPU Garut,” kata Ketua KPU Garut Hilwan Fanaqi kepada wartawan di Garut, Jumat (2/3).

Ia menuturkan, Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat sedang menjalani proses hukum di Kepolisian Daerah Jawa Barat terkait kasus suap dari bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut jalur perseorangan yang tidak lolos menjadi peserta Pilkada Garut.

Kasus hukum yang menjerat komisioner KPU Garut itu, kata dia, tidak akan mengganggu setiap proses tahapan pelaksanaan Pilkada Garut.

“Seluruh proses tahapan pilkada Garut 2018 hingga kini masih berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Ia menyampaikan, empat komisioner yang tersisa saat ini masih bisa melaksanakan tugasnya dengan baik yang dilakukan secara bersama-sama mengerjakan setiap tahapan Pilkada Garut.

“Empat komisioner yang tersisa dengan keputusan kolektif kolegialnya masih bisa melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.

Hilwan menambahkan, sementara tugas sebagai ketua harus terbagi waktunya dengan jadwal pemanggilan saksi terkait pemeriksaan hukum kasus suap tersebut di Polda Jabar.

“Kini harus dapat membagi waktu disela-sela menjalankan tugasnya jika ada pemanggilan terkait proses hukum komisioner,” katanya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Anti Money Politic Badan Reserse Kriminal Polri dan Satgas Daerah Jabar serta Polres Garut menangkap Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Garut Heri Hasan Basri.

Mereka ditangkap terkait kasus gratifikasi atau suap dari tim sukses bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan yang tidak lolos verifikasi dukungan sebagai syarat menjadi peserta Pilkada Garut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Negeri Bohong

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy