KPK Terima Vonis Politikus Golkar Fadh El Fouz

0
35
Fahd El Fouz
Korupsi Pengadaan Al-Qur'an, Fahd El Fouz Jalani Sidang Dakwaan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – KPK menerima vonis pengadilan tingkat pertama terhadap politikus muda Golkar Fadh El Fouz yang divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan dalam perkara suap pengadaan laboratorium komputer MTs 2011 dan Al-Qur’an 2011-2012, sehingga vonis berkekuatan hukum tetap.

“KPK menerima vonis terhadap terdakwa Fadh El Fouz karena putusan dan pertimbangan yang dijatuhkan majelis hakim sudah sesuai dengan permintaan kami,” kata jaksa penuntut umum KPK yang menangani perkara tersebut Lie Putra Setiawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/10).

Pekan lalu yaitu pada 28 September 2017, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fadh El Fouz juga sudah menyatakan menerima putusan 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap Rp 3,41 miliar dari pengusaha Abdul Kadir Alaydrus agar memenangkan pengadaan laboratorium MTs dan Al-Qur’an di Kementerian Agama.

Saat itu JPU KPK menyatakan masih pikir-pikir selama 7 hari.

Namun, Lie belum dapat memastikan apakah Fadh akan ditahan di lapas Sukamiskin tempat khusus para pelaku korupsi atau di lapas Cibinong seperti permintaan Fadh dan istrinya Rani Mediana.

“Jaksa eksekutor yang akan memutuskan apakah menerima atau tidak permohonan istri Fadh,” tambah Lie.

Dalam sidang 7 September 2017, Fadh membacakan permohonan istrinya agar ia ditahan di lapas Cibinong sehingga keluarganya dapat lebih dekat dan mudah saat membesuk Fadh.

“Tapi eksekusi diperkirakan tidak akan lebih dari 2 minggu lagi,” ungkap Lie.

Selain vonis penjara, majelis hakim juga memutuskan uang Rp 3,411 miliar, Rp 62,85 juta, Rp 148 juta, 55 euro, 5 poundsterling, 10 Franc Swiss, 61 riyal Arab Saudi, 2.417 dolar Singapura dirampas untuk negara.

Dalam perkara ini Fadh bersama-sama dengan mantan anggota badan anggaran sekaligus anggota Komisi VIII DPR dari fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra (anak Zulkarnaen Djabar) terbukti menerima beberapa kali hadiah yang totalnya berjumlah Rp 13,99 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus karena mereka telah menjadikan sejumlah perusahaan Abdul Kadir sebagai pemenang pengadaan laboratorium dan pengadaan Al-Qur’an. Fadh memperoleh bagian yang seluruhnya berjumlah Rp 3,411 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Tolak LGBT

Ketua MPR: Lima Fraksi Setujui Perilaku LGBT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengungkapkan ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender...
Beras impor

Ganjar: Jateng Tak Perlu Beras Impor

SOLO, SERUJI.CO.ID - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan wilayahnya tidak perlu beras impor, karena sebentar lagi memasuki musim panen. "Kami tidak perlu beras impor,...
coklit pilkada banjar

Coklit Pilkada Banjar, Cawalkot Ade Uu Pertama Disambangi Petugas

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Para petugas KPU Kota Banjar dan penyelenggara serta pengawas lengkap, pada Sabtu (20/1) siang, melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilihan atau...
rakerda pemenangan djarot-sihar

Hadiri Rakerda Pemenangan Djarot-Sihar, Ini Pesan Mega Pada Kader

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan untuk Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...
djarot-sihar ditolak

Hasto Sebut Tidak Ada Persoalan Dukungan PPP Sumut

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Adanya kondisi pasangan Djarot-Sihar ditolak partai koalisi, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tak ambil pusing. Dia menyebutkan dengan digelarnya Rapat Kerja...
loading...
cj

Farid Majdi: Hukum Telah Dilihat Sebagai Bagian dari Kejahatan?

Hukum di Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, ketika berbagai kasus yang terjadi di tingkat penegak hukum: kepolisian, jaksa, pengacara bahkan hakim, mencuat dan...

Partai Dan Pilkada

Tahun ini sampai 2020 merupakan tahun politik.  Mulai dari pilkada serentak ditahun 2018 dilanjutkan dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.  Helat yang dilaksanakan sekali...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...