KPK Segel Ruang Bagian Umum di RSUD Nganjuk

0
90
Ruangan disegel KPK
Ruangan disegel KPK (ilustrasi)

NGANJUK, SERUJI.CO.ID – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel Ruang Bagian Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, Jawa Timur, diduga terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada sejumlah pejabat kabupaten tersebut di Jakarta.

“Penyidik datang Rabu (25/10) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Ada tiga orang penyidik datang bertemu dengan Kepala Bagian Umum dan masuk ke ruangannya,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Nganjuk Eko Santoso di Nganjuk, Kamis (26/10).

Ia mengatakan setelah bertemu dengan Kepala Bagian Umum RSUD Nganjuk, tim langsung menyegel ruang tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyegelan tersebut terkait dengan perkara apa. Di rumah sakit, juga tidak dalam proses penerimaan pegawai baru.

“Rumah sakit tidak sedang dalam proses pembangunan maupun penerimaan pegawai baru. Jadi, saya tidak tahu ada perkara apa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Nganjuk Agus Irianto mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima surat resmi terkait dengan pemeriksaan sejumlah pejabat termasuk Bupati Taufiqurrahman dan istri, Ita Triwibawati.

“Hingga kini, belum ada surat resmi dari KPK terkait dengan siapa saja yang diperiksa. Jadi, kami juga belum tahu perkaranya, termasuk status mereka,” kata Agus.

Namun Agus mengatakan pemeriksaan sejumlah pejabat di Kabupaten Nganjuk oleh KPK tersebut dipastikan tidak memengaruhi aktivitas pelayanan publik. Di kantor masih ada sekretaris yang bisa mewakili kepala dinas untuk mengurusi berbagai keperluan di kantor.

“Pak Wakil Bupati juga sudah memerintahkan pada aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan tugas, fungsi, sebagaimana dalam aturan Undang-Undang. Jadi, di kantor juga ada sekretaris, aktivitas tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

Ia juga menambahkan pihaknya juga belum melakukan langkah lebih lanjut jika para pejabat yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu ditetapkan sebagai tersangka. Menurut dia, belum ada rencana pemberian bantuan hukum pada pejabat terkait.

“Kami tidak mau berandai-andai. Yang jelas, kami masih menunggu surat resmi dari KPK baru menentukan langkah selanjutnya,” kata Agus.

Sebelumnya, sejumlah ruang juga disegel petugas, antara lain di Dinas Ppendidikan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk. Sejumlah pejabat di kabupaten itu diperiksa di Mapolres Nganjuk.

Tim Penyidik KPK melakukan OTT pejabat Pemkab Nganjuk, Rabu (25/10). Beberapa yang terjaring misalnya Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Ita Triwibawati (istri Bupati Taufiqurrahman), sejumlah pejabat, kepala sekolah, serta pegawai lainnya. Saat ini, yang bersangkutan masih proses pemeriksaan tim penyidik. Diduga, OTT tersebut terkait dengan penerimaan suap kasus jual beli jabatan aparatur sipil negara di Kabupaten Nganjuk. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU