KPK Prihatin Masih Ada Kepala Daerah Korupsi


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan lembaganya prihatin bahwa masih saja ada kepala daerah yang terlibat korupsi meski telah banyak yang dijerat hukum.

“KPK sangat prihatin dengan masih terjadinya tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan kepala daerah,” kata Basaria saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/10), terkait operasi tangkap tangan terhadap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi suap penerimaan hadiah atau janji oleh Bupati Nganjuk terkait dengan perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Tahun 2017.

“Dalam OTT yang dilakukan KPK saat ini, bahkan diduga untuk mengisi sejumlah posisi seperti Kepala Sekolah SD, SMP, dan SMA diharuskan memberikan uang pada pejabat setempat, demikian juga untuk pengisian sejumlah jabatan lain,” kata Basaria.

KPK pun mengimbau praktik-praktik korupsi terkait perekrutan, promosi, mutasi, dan pengelolaan ASN/PNS di lingkungan pemerintahan daerah seperti ini dihentikan.

“KPK menduga modus seperti ini juga terjadi di banyak daerah,” kata Basaria.

Sebelumnya, pada 30 Desember 2016, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Klaten terkait jual beli jabatan dalam pengisian Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Klaten.

“Oleh karena itu, kami terus mengingatkan kepada para kepala daerah untuk tidak memanfaatkan celah dalam pengisian jabatan dan promosi mutasi pegawai untuk keuntungan pribadi,” ucap Basaria.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close