KPK Periksa Cagub Pemenang Hitung Cepat di Pilkada Maluku Utara 2018

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur pemenang Pilgub Maluku Utara 2018 versi quick count atau hitung cepat, Ahmad Hidayat Mus hari ini, Senin (2/7) dijadwalkan akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus korupsi APBD 2009 dalam pengadaan lahan Bandara Bobong di Kabupaten Sula, Maluku Utara.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap Ahmad Hidayat Mus sebagai saksi untuk tersangka Zainal Mus,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK sebelumnya telah memanggil Ahmad Hidayat dan Zainal Mus untuk diperiksa pada tanggal 25 Juni 2018. Namun kedua orang tersebut berkirim surat ke KPK menyampaikan tidak dapat hadir dan minta dijadwalkan kembali pemeriksaannya.

BACA JUGA:  KPK Lakukan OTT Terhadap Bupati Purbalingga Terkait "Fee Proyek"

Ahmad Hidayat Mus yang berpasangan dengan Rivai Umar dalam Pilgub Maluku Utara 2018 unggul sementara dalam hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan data C1. Ahmad-Rivai mendapat 31,94 persen atau 176.019 suara atas pesaingnya Abdul Gani Kasuba-M Yasin.


Baca juga: KPK Lakukan Supervisi Kasus Korupsi di Maluku Utara

Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar merupakan pasangan yang diusung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelumnya, pada 16 Maret 2018, KPK secara resmi menetapkan Ahmad Hidayat Mus dan adiknya Zainal Mus sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Kepulauan Sula tahun anggaran 2009.

Ahmad ditetapkan sebagai tersangka karena perannya saat menjabat Bupati Kepulauan Sula periode 2005-2010, sementara Zainal Mu selaku Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula periode 2009-2014.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rumali Resmi Diberhentikan

Ahmad dan adiknya diduga secara bersama-sama menguntungkan diri atau orang lain  atau korporasi, menyalahgunakan wewenang dan saran yang ada padanya sehingga menyebabkan kerugian negara pada proyek tersebut. Berdasar hasil penghitungan BPK, kerugian negara mencapai Rp 3,4 miliar atau sesuai jumlah pencairan SP2D kas daerah atas kasus ini.

Walau telah ditetapkan sebagai tersangka KPK, Ahmad tetap mengikuti Pilgub Maluku Utara dan pada perhitungan cepat KPU, diketahui ia memenangkan Pilgub ini. (ARif R/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Pajak Turun Jadi 1%, Inilah 4 Lokasi Hunian Mewah yang Diincar Konglomerat di Jakarta

Pemberlakuan aturan baru tentang pajak hunian mewah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.03/2019, digadang-gadang dapat memberikan angin segar terhadap penjualan properti khususnya di segmen atas. Aturan baru tersebut merevisi harga ambang rumah mewah dari Rp 20 miliar menjadi 30 Miliar per unit. Kemudian juga menurunkan tarif untuk pajak barang mewah dari 5% menjadi 1%.

Hindari Terjadinya Rush Money, Pakar Keamanan Minta Bank Mandiri Segera Pulihkan Sistem

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha menyarankan agar Bank Mandiri segera memulihkan sistem guna mencegah pengambilan dana besar-besaran dari bank (rush money).

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik