KPK Periksa Bupati Buton Selatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bersama enam orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/5) siang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Mereka datang sekitar pukul 13.45 WIB secara berurutan dengan menggunakan empat mobil berbeda. Agus yang mengenakan kemeja lengan panjang cokelat muda itu tampak keluar dari mobil pertama.

Agus pun memilih bungkam saat awak media mencoba mengonfirmasi soal penangkapannya dan terus berjalan masuk ke dalam Gedung KPK.

Selain Bupati, KPK juga turut membawa staf, konsultan survei, dan pihak swasta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK.

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Bupati Buton Selatan

Dalam tangkap tangan itu, KPK juga mengamankan uang sekitar Rp400 juta diduga terkait dengan proyek-proyek di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

“Sejauh ini KPK duga terkait dengan proyek-proyek infrastruktur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Untuk diketahui, Agus Feisal merupakan anak dari mantan Bupati Buton Safei Kahar.

Safei saat ini maju sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara mendampingi Rusda Mahmud dengan nomor urut tiga yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP, dan PKB.

Namun, Febri belum bisa memastikan lebih lanjut apakah tangkap tangan terhadap Agus Feisal itu juga terkait dengan pilkada.

“Akan tetapi, yang pasti ada konsultan politik juga, konsultan lembaga survei tepatnya yang kami amankan. Apakah itu kaitannya dengan tim sukses salah satu calon yang ada pilkada di sana itu atau seperti apa? Tentu hasilnya belum bisa disampaikan sekarang,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK pada hari Rabu (23/5) juga telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan itu di Mapolres Baubau.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

“Konferensi pers akan dilakukan sore atau malam ini,” kata Febri. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER