KPK Butuh Dua Alat Bukti untuk Menjerat Boediono Sebagai Tersangka

0
60
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat memberi keterangan kepada wartawan, di Surabaya, Kamis (12/4/2018) (Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mantan Wakil Presiden RI Boediono kembali disebut namanya dalam kasus mega korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) bailout Bank Century. Pasalanya Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan dalam putusannya pada Senin (9/4) lalu, telah meminta KPK segera menetapkan Boedinono dan kawan-kawannya sebagai tersangka.

Menyikapai keputusan tersebut, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan KPK dalam menetapkan seorang menjadi tersangka, membutuhkan dua alat bukti, tidak semata langsung membuat keputusan tanpa alat bukti yang bisa menjeratnya.

“Kita berencana akan lakukan penelitian dengan menggandeng para ahli terkait putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penyidikan lembaga antirasuah dalam kasus Bank Century,” ujar Basaria di Kanwil BPN Jatim, di Surabaya, Jumat (13/4).

Agar tidak melakukan langkah yang salah, kata Basaria, KPK perlu berhati-hati mengambil keputusan terhadap kasus yang menimpa Boediono dan pihak lainnya. Karena jika salah, akan fatal dan menjadi sorotan publik.

“Jika dalam penelitian terdapat bukti awal, maka akan dilakukan penyelidikan dan jika ditemukan dua bukti, kita bisa naikkan tahap penyidikan, maka kita akan undang para ahli untuk minta pendapat mereka terkait kasus ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam amar putusan yang Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakara Selatan, Efendi Muktar meminta mantan Wapres Boediono, Mulaiman Hadad, Raden Pardede dan lainnya untuk ditetapkam sebagai tersangka terkait kasus FPJB Bank Century. (Devan/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU