KPK Butuh Dua Alat Bukti untuk Menjerat Boediono Sebagai Tersangka


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mantan Wakil Presiden RI Boediono kembali disebut namanya dalam kasus mega korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) bailout Bank Century. Pasalanya Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan dalam putusannya pada Senin (9/4) lalu, telah meminta KPK segera menetapkan Boedinono dan kawan-kawannya sebagai tersangka.

Menyikapai keputusan tersebut, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan KPK dalam menetapkan seorang menjadi tersangka, membutuhkan dua alat bukti, tidak semata langsung membuat keputusan tanpa alat bukti yang bisa menjeratnya.

“Kita berencana akan lakukan penelitian dengan menggandeng para ahli terkait putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penyidikan lembaga antirasuah dalam kasus Bank Century,” ujar Basaria di Kanwil BPN Jatim, di Surabaya, Jumat (13/4).

Agar tidak melakukan langkah yang salah, kata Basaria, KPK perlu berhati-hati mengambil keputusan terhadap kasus yang menimpa Boediono dan pihak lainnya. Karena jika salah, akan fatal dan menjadi sorotan publik.

“Jika dalam penelitian terdapat bukti awal, maka akan dilakukan penyelidikan dan jika ditemukan dua bukti, kita bisa naikkan tahap penyidikan, maka kita akan undang para ahli untuk minta pendapat mereka terkait kasus ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam amar putusan yang Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakara Selatan, Efendi Muktar meminta mantan Wapres Boediono, Mulaiman Hadad, Raden Pardede dan lainnya untuk ditetapkam sebagai tersangka terkait kasus FPJB Bank Century. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close