Ketua DPRD Tulungagung Yang Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, Raih Suara Tertinggi Pemilu 2019

TULUNGANGUNG, SERUJI.CO.ID – Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono yang baru saja ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka suap pengesahan APBD dan/atau APBD perubahan sebesar Rp4,88 miliar, meraih suara tertinggi dalam Pemilu 2019 dengan jumlah dukungan mencapai 10.192 suara.

“Terutama di dapil beliau (Dapil I), dukungan suara Pak Supriyono memang menjadi yang tertinggi dibanding caleg lain,” kata Ketua KPU Tulungagung Mustofa di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (14/5).

Supri, demikian ia biasa disapa rekan dan sejawatnya, bahkan diyakini menjadi peraih suara terbanyak untuk kategori individu.

Namun Mustofa masih enggan memastikan. Ia juga tak bisa memberi gambaran final soal komposisi dan sebaran kursi legislatif pascarekapitulasi tingkat kabupaten pada awal Mei.

Alasan yang ia gunakan, yakni karena masih menunggu hasil rekap berbasis IT.

“Saya tidak membacanya terlalu rinci. Hasil final masih menunggu rekap di tingkat KPU RI pada 22 Mei mendatang. Kalau sekarang (hasil sebaran kursi) sifatnya masih meraba-raba, menebak,” katanya.

Soal penetapan tersangka Supriyono, Mustofa menegaskan hal itu tidak/belum berdampak apapun terhadap proses pencalonan kembali Ketua DPC PDIP Tulungagung itu untuk periode 2019-2024.

Terlebih penanganan kasus itu masih berjalan, dan statusnya belum ada keputusan hukum yang bersifat final (incracht).

“Itu (pelantikan) sebenarnya bukanlah domain kami (KPU). Tapi secara aturan, karena status hukumnya masih terperiksa dan proses hukum juga masih panjang, Supri yang meraup suara terbesar untuk PDIP Tulungagung, masih bisa dilantik dan menjabat lagi sebagai anggota dewan,” kata Mustofa.

PDIP Tulungagung sendiri diperkirakan periode ini mendapat 13 kursi dari total jatah tersedia 50 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER