Ketua DPRD Jember Resmi Jadi Tersangka Korupsi

JEMBER, SERUJI.CO.ID –¬†Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial kelompok ternak, atau disebut bansos ternak tahun 2015 setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam di Kantor Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Rabu (14/2) sore.

“Awalnya yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dan tim melakukan ekspose perkara, kemudian ditingkatkan statusnya karena dinilai sudah cukup alat bukti untuk menetapkan tersangka dalam kasus itu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejari Jember.

Menurutnya, Kejari Jember sudah melakukan penyidikan dan mengumpulkan barang bukti selama setahun terkait dengan kasus bansos ternak tahun anggaran 2015 yang diusulkan anggota DPRD Jember senilai Rp33 miliar.

“Hasil penyelidikan di lapangan, dana bansos kelompok ternak tersebut disalurkan tidak sesuai dengan peruntukannnya dan dalam pembentukan kelompok penerima bansos itu tidak sesuai dengan Permendagri No. 39 Tahun 2012,” tuturnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ketua DPRD Jember dari Partai Gerindra tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kabupaten Jember untuk mempermudah jalannya proses penyidikan perkara dana bansos kelompok ternak.

“Penahanan badan terhadap tersangka dilakukan agar yang bersangkutan tidak mempengaruhi dan mengintimidasi para saksi serta menghilangkan atau mengganti barang bukti,” katanya.

Tersangka bansos ternak tersebut dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan maksimal seumur hidup.

Ponco berharap Ketua DPRD Jember tersebut mau kooperatif dan bekerja sama menjadi “justice collaborator” untuk membongkar praktek korupsi dana hibah bantuan sosial di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember keluar dari Kantor Kejari Jember sekitar pukul 17.00 WIB dan beberapa kali mengusap wajahnya, serta menunduk saat disorot sejumlah kamera wartawan yang sudah menunggunya sejak siang.

Thoif yang mengenakan kemeja biru tidak berkata apapun saat keluar dari Kantor Kejari Jember dan politikus itu juga tidak didampingi kuasa hukum, selanjutnya tersangka diantar jaksa ke sebuah mobil untuk menuju ke Lapas Kelas II-A Jember. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER