Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rumali Resmi Diberhentikan

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali yang tersandung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dalam dugaan terlibat suap persetujuan penetapan Perda penanaman modal PDAM Bandarmasih Rp 50,5 miliar, resmi diberhentikan.

Pemberhentian Ketua DPRD Kota Banjarmasin periode 2014-2019 tersebut diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin yang digelar pada Jumat malam (6/10).

Bersamaan itu, rapat paripurna internal yang dihadiri sebanyak 29 anggota dari 45 anggota DPRD Banjarmasin tersebut menyampaikan pengangkatan calon Ketua DPRD Banjarmasin penggantinya Hj Ananda atas usul partai politiknya, yakni Partai Golongan Karya (Golkar).

“Setelah siang tadi kita rapatkan di Badan Musyawarah (Banmus), karena sudah ada surat dari fraksi Golkar atas pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD Kota Banjarmasin periode 2014-2019, maka kita paripurnakan malam ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Suprayogi usai rapat paripurna.

Menurut politisi PDIP itu, atas usulan partai Golkar karena kadernya yang menjabat Ketua DPRD Kota Banjarmasin berhalangan, yakni, tersangka dan ditahan di KPK, maka ditetapkan lah hal itu.

“Intinya rapat paripurna ini proses pemberhentian Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, tidak memberhentikan sebagai anggota DPRD,” tegasnya.

Menurut dia, dengan diberhentikannya sebagai Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali otomatis sebagai anggota DPRD biasa.

“Masalah memberhentikan jadi anggota DPRD itu hak partainya,” terangnya.

Dia menyatakan, hasil rapat paripurna ini akan disampaikan ke Wali Kota Banjarmasin dan diteruskan ke Gubernur Kalsel untuk ditetapkan dan mengangkat penggantinya sesuai usulan Hj Ananda yang saat ini menjabat anggota komisi II.

“Jadi masalah kapan ditetapkannya Ketua DPRD Kota Banjarmasin selanjutnya, menunggu surat penetapan gubernur,” ucap Suprayogi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER