Kejati DKI Jakarta Selamatkan Uang Negara Rp 83,7 Miliar

0
81
  • 3
    Shares
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
Gedung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyelamatkan kerugian keuangan negara dari bidang tindak pidana khusus dari tahap penyidikan, penuntutan sampai eksekusi sebesar Rp 83,709 miliar.

“Diantaranya dari uang pengganti sebesar Rp 41 miliar terpidana kasus pencairan BLBI Samadikun Hartono,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Tony Spontana di Jakarta, Jumat (8/12).

Selain itu, juga mendapatkan uang pengganti juga dari terpidana kasus pengadaan bus TransJakarta yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udhar Pristono sebesar Rp 7,709 miliar, kemudian terpidana Dicky Chandra Adrianus Rp 9,029 miliar.

Uang pengganti itu merupakan putusan terpidana yang sudah inkracht atau memiliki putusan tetap dengan totalnya Rp 70,738 miliar. Sedangkan untuk perkara masih dalam penyidikan Rp 6,887 miliar dan penuntutan Rp 6,083 miliar.

Sementara itu, rekapitulasi pencapaian kinerja Bidang Pidana Khusus periode 2017 di Kejati DKI Jakarta untuk penyelidikan 10 perkara dan penyidikan 15 perkara, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk penyelidikan dua perkara dan penyidikan lima perkara, Kejari Jakarta Utara penyelidikan empat perkara dan penyidikan satu perkara.

Kejari Jakarta Barat tiga perkara penyelidikan dan satu perkara penyidikan, Kejari Jakarta Timur sembilan perkara penyelidikan dan delapan perkara penyidikan, dan Kejari Jakarta Selatan penyelidikan 14 perkara dan tiga perkara penyidikan.

Kemudian di tahap penuntutan, penyidikan asal kejaksaan di Kejati DKI sebanyak tujuh perkara dan penyidikan Polri tujuh perkara, Kejari Jakpus penyidikan kejaksaan 23 perkara dan penyidikan Polri enam perkara, penyidikan Kejari Jakarta Utara tiga perkara dan penyidikan Polri empat perkara.

Kejari Jakarta Barat di tahap penuntutan dari kejaksaan sebanyak tiga perkara dan perkara dari kepolisian enam perkara, Kejari Jakarta Timur lima perkara dan dari kepolisian enam perkara, dan Kejari Jakarta Selatan tujuh perkara dan dari kepolisian tujuh perkara.

Samadikun merupakan terpidana kasus korupsi BLBI dan menjadi buron belasan tahun. Sejak mengeksekusi Samadikun, akhir April 2016 lalu, Kejagung mengincar asetnya untuk disita jika ia tidak bisa mengembalikan uang ke kas negara.

Samadikun ditangkap di Shanghai, China, oleh kepolisian setempat dan dipulangkan ke Indonesia.

Ia divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari Bank Indonesia atau BLBI senilai sekitar Rp 2,5 triliun yang digelontorkan ke bank modern menyusul krisis finansial 1998.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) tertanggal 28 Mei 2003, mantan komisaris bank modern Tbk itu dikenai hukuman penjara selama empat tahu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU