Kejari Cari Tersangka Mantan Direktur RSUD Djoelham


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan Negeri Binjai hingga kini masih terus mencari tersangka mantan Direktur RSUD Djoelham, dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp 14 miliar bersumber dari APBN 2012, yang statusnya masih daftar pencarian orang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Senin (15/1), mengatakan tersangka itu berinisial MS, mantan orang pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai.

Tersangka itu, menurut dia, sudah beberapa bulan ini menghilang dan tidak pernah lagi masuk kerja di RSUD Djoelham Binjai.

“Selain itu, rumah tersangka MS, di Kelurahan Selayang I, Kota Medan saat digeledah penyidik Kejari Binjai juga tidak ditemukan,” ujar Sumanggar.

Ia mengatakan, sebelumnya dua orang lagi tersangka status Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni, MS, mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai dan CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai.

Namun, ternyata tersangka CPT, telah menyerahkan diri ke kantor Kejaksaan Negeri Binjai, Rabu (10/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Penyerahan tersangka itu, dengan kesadaran CPT yang didampingi oleh pihak keluarnganya,” ucapnya.

Sumanggar menyebutkan, setelah penyerahan diri tersangka CPT, maka tinggal satu orang lagi yang status DPO, yakni MS.

Kejari Binjai masih terus mencari hingga dapat tersangka MS yang tidak diketahui dimana bersembunyi.

“Pemberitahuan DPO terhadap tersangka itu, juga telah diberitahukan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut dan ke Kejaksaan Agung (Kejagung),” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close