Kejaksaan Tetapkan Tujuh tersangka Korupsi Alkes di RSUD Binjai

0
171
Sumanggar Siagian
Kasi Penhum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian. (foto:Istimewa)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan Negeri Binjai, Sumatera Utara, telah menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Kota Binjai senilai Rp 3,5 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, di Medan, Kamis (9/11), mengatakan tujuh tersangka itu, yakni berinisial MS, mantan Direktur Utama RSUD Dzoelham Kota Binjai.

Selain itu, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), CPT, ULP RSUD Djoelham Binjai, SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012, TD, Direktur PT Mesarinda Abadi, dan FNC, Direktur PT Petan Daya.

Loading...

Ia mengatakan kasus korupsi proyek pengadaan alkes yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp 3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.

Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.

“Penetapan tujuh tersangka itu, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017,” ucapnya.

Sumanggar menambahkan para tersangka belum dilakukan penahanan oleh Kejari Binjai dan masih terus dilakukan penyidikan.

“Kejari Binjai akan terus melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU