Kejaksaan NTT Tangkap Buronan Korupsi Rp1,35 Miliar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tim Gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejati Sulawesi Selatan mengamankan terpidana kasus korupsi proyek Pembangunan Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Flores Timur, NTT tahun anggaran 2012, Philips Tangdilintin.

Pria yang merupakan direksi PT Citra Jadi Nusantara, rekanan pelaksana paket proyek tersebut telah dua tahun menjadi buron.

Pada Kamis (22/3) malam , tim kami menangkap terpidana di kediamannya di Perumahan Costa Blanca, Makassar,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S Maringka di Jakarta, Jumat (23/3).

Philips dijerat Pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena menyalahgunakan anggaran kontrak proyek.

Akibat perbuatannya, negara menderita kerugian hingga Rp1,35 miliar.

Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang menghukum Philips empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara.

Tak hanya itu, Philips juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp659,22 juta subsider pidana penjara selama satu tahun. Mantan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Sulawesi Selatan ini sempat melakukan banding di Pengadilan Tinggi dan kasasi di Mahkamah Agung.

Ketika upaya hukum yang dilakukannya kandas, Philips melarikan diri.

Sebagai wujud komitmen dalam menuntaskan penanganan perkara tindak pidana, Korps Adhyaksa menggulirkan program Tangkap Buron (Tabur 31.1). Setiap Kejati diberi target minimal menangkap satu buronan pelaku tindak pidana setiap bulannya.

“Dalam waktu dua bulan sejak program ini dicanangkan, kita sudah berhasil menangkap 63 orang buron. Diharapkan kinerja tim intelijen terus konsisten sehingga dapat mencapai target pada akhir tahun,” kata Maringka. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER