Kasus Surat Pimpinan KPK, Jokowi: Hentikan Kalau Tak Ada Bukti

0
98
jokowi, joko widodo
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi meminta kepolisian menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dengan terlapor dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila tidak ada bukti.

Hal diungkapkan Presiden menanggapi adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterbitkan oleh Bareskrim Polri atas laporan Sandi Kurniawan terhadap dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

“Saya minta agar tidak ada kegaduhan kalau ada proses hukum yang sedang diproses oleh penegak hukum,” kata Presiden sebelum bertolak ke Vietnam di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11).

Loading...

“Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang tidak berdasar bukti dan fakta. Saya sudah minta dihentikan kalau hal-hal seperti itu, dihentikan,” imbuhnya.

Presiden juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini hubungan kedua penegak hukum tersebut baik-baik saja.

“Hubungan antara KPK dan Polri baik-baik saja,” kata Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan terkait langkah hukum Polri terhadap dua pimpinan KPK tersebut.

Diberitakan, dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, dilaporkan karena diduga membuat surat palsu dan menyalahgunakan wewenang dalam penyidikan kasus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto.

Keduanya dilaporkan berdasarkan laporan polisi Nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim.

Soal penyidikan kasus dugaan surat palsu, KPK menegaskan surat pencegahan Novanto sudah sesuai aturan yang berlaku, yaitu dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU