Kasus Suap APBD, KPK Panggil Wakil Wali Kota Mojokerto

0
57
Febri Diansyah, Jubir KPK (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno untuk diperiksa dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengalihan anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto Tahun 2017.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno sebagai saksi untuk tersangka Mas’ud Yunus,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (15/2).

Mas’ud Yunus merupakan Wali Kota Mojokerto yang diduga sebagai pihak pemberi dalam kasus tersebut.

Loading...

Dalam beberapa hari ini, KPK terus mendalami penyidikan untuk tersangka Mas’ud Yunus.

KPK pun telah memanggil beberapa anggota DPRD Mojokerto periode 2014-2019 dari berbagai fraksi sebagai saksi untuk tersangka Mas’ud Yunus.

KPK masih mendalami pertemuan-pertemuan terkait komitmen pemberian suap dalam proses pembahasan RAPBD Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2016 dan 2017.

KPK sendiri sampai saat ini belum menahan Mas’ud meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka pada 23 November 2017 lalu.

Mas’ud diduga bersama-sama dengan Wiwiet Febryanto yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto diduga memberikan hadiah atau janji kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto.

Mas’ud Yunus sebagai pihak yang diduga memberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak penerima, yaitu mantan Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo serta dua mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto masing-masing Umar Faruq dan Abdullah Fanani.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU